Hakikat Merindukan Haji

20 June 2012 | Kategori: Pernik

Ka'bah atau Baitullah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Foto: Antara.

REPUBLIKA.CO.ID – Kerinduan yang sebenarnya untuk pergi haji hanya akan timbul setelah benar-benar memahami dan meyakini bahwa “rumah” yang akan dikunjungi itu (yakni Ka’bah) adalah “Rumah Allah SWT”.

Baitullah diumpamakan seperti dewan majelis para raja. Siapa saja yang menujunya, maka ia menuju Allah SWT dan menjadi tamu yang mengunjungi-Nya.

Oleh sebab itu, sudah sepatutnya orang yang merindukan untuk berangkat haji dan tidak menyia-nyiakan kunjungannya itu. Hal itu agar ia dapat mencapai maksud dan idamannya yang lain dari kunjungan itu, kelak pada waktu yang telah ditentukan baginya.

Kesempatan “memandang wajah Allah SWT Yang Maha Mulia” di surga, tempat kediaman yang abadi. adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh setiap mukmin. Hal ini mengingat bahwa indera mata yang fana dan tak sempurna, dalam kehidupan dunia ini, tidak akan mampu mencerap cahaya dangan ke arah wajah-Nya.

Dalam kesempatan memandang wajah Allah tersebut, tidak ada yang kuat menahannya dan bahkan sama sekali tidak siap menerimanya. Hal itu disebabkan berbagai kelemahan yang disandangnya. Barulah nantinya apabila mata memperoleh keabadian di dalam kehidupan akhirat, lalu dihindarkan dari segala penyebab kerusakan dan kefanaan, maka ia akan menjadi siap untuk “memandang” secara sebenarnya.

Akan tetapi, dengan mengunjungi Ka’bah, Rumah Allah, dan memandang kepadanya, mata manusia akan mampu mencapai kelayakan untuk kelak “berjumpa” dengan Sang Pemilik Rumah, berdasarkan janji-Nya yang mulia.

Maka kerinduan kepada perjumpaan dengan Allah SWT pasti akan menimbulkan kerinduan kepada sarana-sarana yang dapat mengantarkan kepada-Nya. Di samping itu, setiap pencinta akan merasa rindu kepada apa saja yang dikaitkan atau dinisbahkan kepada siapa yang dicintai­nya. Sedangkan Ka’bah telah dinisbahkan kepada Allah SWT, sebagai “Rumah-Nya”.

Sudah selayaknyalah apabila manusia yang merindukan perjumpaan dengan Allah, juga merindukan Rumah-Nya semata-mata karena penisbahan tersebut. Tambahan lagi karena ingin memperoleh pahala besar yang dijanjikan.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra
Sumber: Rahasia Haji dan Umrah oleh Abu Hamid Al-Ghazali