Keutamaan Muadzin Masjidil Haram

8 June 2012 | Kategori: Pernik

Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. Foto: AP.

REPUBLIKA.CO.ID – Jangan kaget jika persyaratan untuk bisa menjadi muadzin Masjidil Haram harus hafal Aquran 30 Juz dan hafal 5.000 hadis Rasulullah SAW. Berikut Masih banyak lagi persyaratan lainnya.

Setiap lima tahun, dibuka pendaftaran bagi yang berkeinginan menjadi muadzin. Seleksi diikuti oleh banyak peserta dari kaum terpelajar dan dari berbagai negara. Hanya satu atau dua orang terpilihlah yang berkesempatan untuk menyenandungkan adzan di rumah Allah itu.

Mengapa sedemikian berat persyaratannya? Selain tunjangan finansial dari Kerajaan Arab Saudi kepada para mu’adzin, mereka juga mendapatkan fadhilah dan pahala luar biasa. Kita bisa membayangkan, mengumandangkan azan dan mengimbau umat manusia untuk shalat di rumah Allah.

Keutamaan shalat di dalamnya saja adalah 10.000 kali lipat daripada shalat di tempat biasa. Apalagi orang yang menghimbau mereka untuk shalat di sana melalui lantunan adzannya.

Menurut Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang orang yang pertama masuk surga. Beliau menjawab, “Para nabi, para syuhada, para muadzin, muadzin Ka’bah, muadzin Baitul Maqdis, dan muadzin masjidku (Masjid Nabawi Madinah), berikutnya manusia lain atas dasar kadar amalannya.” (Al-Fakihy: 11/287).

Tempat muadzin berada di lantai 2, dengan kaca yang berkilau dari arah depan. Lokasinya berseberangan dengan Hir Ismail. Dari sanalah sang muadzin memantau jamaah dan imam di bawah, ketika imam sudah terlihat siap untuk memimpin shalat berjamaah, maka dia akan melantunkan iqamah tanda shalat dimulai.

Tempat ini memang khusus untuk muadzin, para petugas penjaga sound system dan petugas penjaga kamera, yang menyiarkan secara langsung shalat dari Masjidil Haram ke seluruh penjuru dunia.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra
Sumber: Menguak Misteri Tempat-tempat Suci, Keutamaan Kota Makkah, oleh Atiq bin Ghaits Al-Biladi