Kisah Shalat Jumat Pertama

11 May 2012 | Kategori: Pernik

Ilustrasi Kota Makkah. Foto: Blogspot.com.

REPUBLIKA.CO.ID – Dengan mengendarai untanya, Al-Qushwa, Rasulullah SAW berangkat menuju kampung Quba pada Jumat pagi.

Dengan diiringi oleh para sahabat Muhajirin dan Anshar yang sebagian berjalan kaki dan sebagian lainnya berkendaraan.

Ketika perjalanan beliau sampai di Wadi Ranuna’ dan ketika itu waktu shalat Jumat telah tiba, beliau turun dari kendaraannya untuk mengerjakan shalat Jumat bersama-sama dengan orang-orang yang mengiringi beliau.

Di kampung Bani Amr bin Auf inilah shalat Jumat yang pertama kali dikerjakan oleh Nabi.

Sesudah shalat Jumat selesai dikerjakan lalu Nabi SAW berdiri dan berpidato (berkhutbah) kepada hadirin. Inilah khutbah yang pertama kali dikerjakan oleh Nabi SAW.

Berikut di antara khutbah beliau, sebagaimana yang terdapat dalam Sirah Ibnu Hisyam: “Amma ba’du. Wahai segenap manusia, hendaklah kamu menyediakan amal kebajikan untuk dirimu sendiri, karena kamu sungguh akan mengetahui. Demi Allah, sesungguhnya salah seorang dari kamu akan dikejutkan oleh suara yang gemuruh, kemudian ia pasti meninggalkan kambingnya, tidak ada yang menggembalanya.

Kemudian, Tuhan akan berfirman kepadanya, padahal tidak ada pula orang yang menerjemahkan firman itu dan tidak ada seorang pun penghalang yang akan menghalangi-halangi pada sisi-Nya. Firman-Nya, ‘Tidakkah seorang rasul datang kepadamu lalu ia menyampaikan kepadamu. Aku telah memberi harta benda kepadamu dan Aku telah mengaruniai pula atas kamu, maka apa yang telah kamu sediakan untuk dirimu sendiri.’

Oleh sebab itu, ia tentu akan melihat ke kanan dan ke kiri, lalu ia tidak akan melihat sesuatu. Kemudian, ia tentu melihat mukanya, maka tidaklah ia melihat selain neraka Jahannam. Barangsiapa yang dapat memelihara mukanya dari bahaya api neraka, walaupun dengan separuh buah kurma, maka hendaklah ia mengerjakan.

Barangsiapa yang tidak mendapatinya, hendaklah dengan kalimah thayyibah, karena dengan kalimah thayyibah itu satu kebagusan akan yang akan memberi balasan sepuluh yang semisalnya sampai tujuh ratus kali lipat. Keselamatan dan rahmat Allah serta berkah-Nya semoga dilimpahkan atas kamu dan atas Rasulullah.”

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra
Sumber: Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Jilid II, oleh KH Moenawar Chalil