Mengintip Makanan Khas Makkah-Madinah

1 November 2011 | Kategori: Pernik

Sambousek. (arabic-food.blogspot.com)

REPUBLIKA.CO.ID – Iklim yang kering panas membuat masyarakat Makkah mengalami keterbatasan variasi makanan. Secara bertahap, hal ini perlahan berubah ketika jamaah haji datang dari berbagai negara di seluruh dunia. Masing-masing mereka mulai memperkenalkan makanan tradisional.

Berbagai warga Negara, terutama dari Afrika dan Asia, yang tinggal dan bekerja di Makkah juga banyak membuka katering dan restoran dengan selera yang berbeda. Sebagian besar hidangan mengandung daging, beras, gandum, sayuran, dan rempah-rempah dengan resep dan cita-rasa khusus.

Kini, hidangan khas yang bisa ditemui di Makkah cukup bervariasi. Sebut saja Sambousek (sejenis kue yang digoreng), Al-Mandi (domba panggang), Shawarma, dan Soubiya (minuman dari gandum yang dicampur gula, susu, dan kayu manis), merupakan beberapa contoh menu favorit di Makkah.

Hampir semua masyarakat Makkah memberikan jamuan Gahwah (kopi Arab) jika ada tamu yang berkunjung ke rumah mereka. Biasaya, tuan rumah akan menyajikan minuman itu ditemani biji kurma segar.

Sementara jika jamaah berkunjung ke Madinah, jamaah akan melihat 120 jenis kurma yang dibudidayakan di sana. Mereka menjual kurma di sepanjang jalan di bagian selatan Semenanjung Arab. Ajwa adalah salah satu varietas kurma yang paling populer.

Salah satu makanan khas yang terkenal di Madinah adalah kue panggang yang disebut Souiyka. Makanan ini dibuat dengan campuran gandum dan kurma Ajwa.

Reporter: Dwi Murdaningsih
Sumber: Onislam.net
Redaktur: Johar Arief