Perluasan Masjidil Haram Sepanjang Sejarah

16 March 2012 | Kategori: Pernik

Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah. Foto: AP

Dalam sejarah manusia, tidak ada satu kota pun di dunia yang dapat menyaingi kehormatan dan kesucian Kota Makkah. Hal itu karena di Makkah terdapat Ka’bah, bangunan pertama di muka bumi yang didirikan dan digunakan sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT.

Ka’bah dibangun oleh bapak para nabi, Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Keduanya membangun Ka’bah setelah mendapat perintah dari Allah SWT untuk mendirikan sebuah bangunan sebagai tempat berhaji kaum Mukminin.

Allah SWT kemudian mengabulkan doa Nabi Ibrahim setelah 2.600 tahun. Beliau meminta agar anak cucunya kelak ada yang menjadi seorang rasul. Hal ini ditandai dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman dan pemimpin para rasul. Rasulullah SAW lalu dibekali Alquran untuk membimbing dan menunjukkan jalan yang benar kepada seluruh umat manusia.

Rasulullah SAW melaksanakan haji pada tahun ke-10 H. Usai melaksanakan haji, beliau menyampaikan khutbah di hadapan kaum Muslimin disaksikan oleh seluruh sahabat yang turut haji bersama beliau.

Para perawi hadits telah meriwayatkan hal tersebut. Setelah haji Rasulullah ini, kaum Muslimin dari berbagai belahan dunia setiap tahun datang ke Makkah untuk berhaji. Jumlah mereka senantiasa bertambah setiap tahun. Hingga saat ini paling tidak ada tiga juta jamaah haji datang setiap tahunnya.

Seiring perkembangan zaman, tempat-tempat suci yang menjadi tujuan para jamaah haji pun harus dijaga dan dipelihara sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk itu, pihak-pihak yang bertanggungjawab senantiasa memberikan perhatian untuk menjaga kesucian tempat-tempat tersebut.

Sejarah mencatat bahwa para pemimpin umat Islam yang menguasai wilayah Makkah dan Madinah selalu melakukan perbaikan dan perluasan terhadap Tanah Suci. Perluasan pertama dilakukan oleh khalifah kedua dari Khulafaur Rasyidin, Umar bin Khathab, sedangkan perluasan terakhir saat ini dikerjakan oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Arab Saudi.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra
Sumber: Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth