<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Haji</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/tag/berita-haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 07:31:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hudaibiyah, Pintu Kemenangan Umat Islam</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[hudaibiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7405</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Yasmina Hasni Dengan perjanjian ini, Rasulullah bisa melakukan dakwah dengan leluasa. Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah. Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Yasmina Hasni</p>
<p><span><span><em><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/hudaibiyah-2/" rel="attachment wp-att-7407"><img class="alignleft size-medium wp-image-7407" title="hudaibiyah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/hudaibiyah1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dengan perjanjian ini, Rasulullah bisa melakukan dakwah dengan leluasa. </em></span></span></p>
<p><span>Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah.</span></p>
<p>Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi. Sejarah Islam menyebutkan, Hudaibiyah menjadi pintu masuk kecemerlangan kaum Muslimin dalam menaklukkan Kota Makkah (Fathul Makkah). Di kota ini, Rasulullah SAW dan kaum Quraisy Makkah membuat perjanjian untuk saling tidak menyerang, yang kemudian membuka peluang umat Islam Madinah untuk mengislamkan pendudukan Kota Makkah.</p>
<p>Kisah tersebut berlangsung pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah saat umat Islam Madinah yang terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar berencana akan melakukan umrah di Baitullah. Keputusan melakukan umrah ini diawali dari mimpi Rasulullah SAW yang menggambarkan beliau serta sahabat-sahabatnya bisa masuk ke Masjidil Haram dan melakukan umrah dengan aman.</p>
<p>Hal ini kemudian tertuang dalam Alquran yang menyebutkan, Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, mencukur rambut dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (QS Al-Fath: 27)</p>
<p>Mendapat wahyu ini, Rasulullah kemudian memerintahkan umat Islam Madinah bersiap-siap pergi ke Makkah untuk melakukan umrah. Bukan untuk menantang kaum Quraisy berperang. Umat Islam Madinah pun menyambut perintah Rasulullah dengan sukacita  karena sudah enam tahun mereka tidak bisa melepaskan kerinduan bersimpuh di Baitullah.</p>
<p>Saat itu, kaum Muslimin yang berjumlah 1.500 orang itu berangkat tanpa membawa persiapan untuk perang, kecuali perbekalan dan senjata yang biasa dibawa kafilah dagang untuk melindungi diri dari perampok.</p>
<p>Namun, ketika rombongan Rasulullah sampai di Asfan, mereka didatangi seseorang yang mengabarkan kaum Quraisy sudah menyiapkan pasukan untuk berperang. Mendapat informasi tersebut, Nabi Muhammad SAW mencoba menghindari pertumpahan darah dengan menempuh jalur diplomasi.</p>
<p>Nabi SAW kemudian mengutus Usman Bin Affan untuk berunding dengan kaum Quraisy. Namun ternyata, Usman ditahan pihak Quraisy tidak bisa kembali ke rombongan. Kabar ini membuat para sahabat bersumpah untuk memerangi kaum kafir Quraisy sampai titik darah penghabisan.</p>
<p>Sumpah ini diikrarkan pada sahabat Nabi di hadapan Rasulullah di bawah sebuah pohon di tepi telaga. Salah satu dahan pohonnya dipegangi oleh Ma’qil bin Yasir, sedangkan Umar Bin Khattab memegangi tangan Rasulullah. Bai’at ini dikenal sebagai Bai’at Ar Ridhwan, seperti tertulis dalam Alquran Surat Al Fath: Bahwasannya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah…” (QS Al Fath: 10) dan  Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon…” (QS Al Fath:18).</p>
<p>Sumpah setia tersebut rupanya membuat kaum Quraisy gentar dan akhirnya melepaskan Usman. Bahkan, kaum Quraisy akhirnya bersedia berunding sehingga Rasulullah mengirim Suhail bin Amar sebagai utusan.</p>
<p>Dalam perundingan tersebut, kedua belah pihak mencapai beberapa kesepakatan yang kemudian disebut sebagai perjanjian Hudaibiyah. Isi perjanjian, antara lain, kaum Muslimin bersedia menunda umrah ke Baitullah hingga tahun depan. Dan saat umrah dilakukan, kaum Muslim hanya diizinkan membawa senjata yang biasa dibawa seorang musafir, yaitu sebatang tombak dan sebilah pedang yang disarungkan.</p>
<p>Selain itu, antarkedua belah pihak juga sepakat melakukan perdamaian melalui gencatan senjata selama 10 tahun. Sementara itu, jika kaum Muslimin datang ke Makkah, pihak Quraisy tidak berkewajiban mengembalikan orang itu ke Madinah. Sedangkan jika penduduk Makkah datang kepada Rasulullah di Madinah, kaum Muslimin harus mengembalikan orang tersebut ke Makkah.</p>
<p>Rasulullah dapat menyetujui syarat-syarat dan ketentuan itu, tetapi para sahabat sempat menyatakan keberatan. Di antara sahabat Nabi  yang tidak bisa menerima kesepakatan itu adalah Umar bin Khattab. Mendapat penolakan itu Rasulullah bersabda, Aku ini adalah Rasulullah dan tentu Dia tidak akan membinasakanku.”</p>
<p>Kendati perjanjian Hudaibiyah sepertinya merugikan kaum Muslim, namun dari perjanjian inilah Rasulullah SAW dapat mengembangkan dakwah hingga ke Hudaibiyah. Bahkan, selama masa gencatan senjata, Nabi bisa melakukan dakwah dengan leluasa, bahkan menyampaikan pesan Islam pada Kaisar Romawi, Raja Habsyah (Ethiopia), Raja Mesir, dan Raja Parsi.</p>
<p>Peristiwa ini disebut oleh Alquran dengan istilah Fathun Mubiinun (kemenangan nyata), sebagaimana termaktub dalam surat Al-Fath ayat 1 sampai 3. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu ke jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kokoh (banyak).” (QS. Al-Fath 1-3).</p>
<p>Selama perjanjian Hudaibiyah, kaum Muslim juga bisa membangun masjid yang disebut Masjid Bai’ah Ar Ridhwan. Masjid ini terletak sekitar 2 kilometer dari pintu masuk Kota Makkah. Sekarang, masjid tersebut sudah tinggal puing, hanya menyisakan pondasi masjid. Namun di sampingnya, berdiri masjid baru bernama Masjid Asy-Syumaisi. Pemerintah Arab Saudi tidak melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut karena dikhawatirkan berkembang menjadi bid’ah dan syirik.</p>
<p>Selain itu, kawasan Hudaibiyah kini juga sudah berkembang menjadi kawasan permukiman. Di sepanjang jalan dari Makkah ke Hudaibiyah, akan terlihat peternakan onta dan domba, di sela-sela pegunungan dan bukit pasir. Pemerintah Arab Saudi sedang intensif mengembangkan daerah ini sebagai kawasan peternakan onta dan kibas (kambing).</p>
<p>Di Hudaibiyah ini, jamaah haji yang melakukan ziarah, juga bisa melihat pemerahan susu unta sekaligus mencicipinya. Lokasi pemerahan berada di sisi kiri jalan, di areal padang pasir. Di padang pasir ini, ada beberapa peternak di mana masing-masing peternak memelihara  8-10 ekor unta, yang biasanya terdiri atas 7 ekor unta betina dan 4 anak unta.</p>
<p>Di setiap peternakan ini, biasanya sudah disiapkan meja yang di atasnya sudah diletakkan jejeran botol berisi susu unta murni. Harga per botolnya relatif murah, hanya 5 riyal (satu riyal sekitar Rp 2.700). Pekerja peternakan yang biasanya berasal dari Sudan biasanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Hari Pertama Dzulhijjah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/10-hari-pertama-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/10-hari-pertama-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rukun Haji]]></category>
		<category><![CDATA[10 hari dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7378</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Satori Ismail Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah &#8216;Azza wa Jalla daripada hari-hari ini -yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Ahmad Satori Ismail</p>
<p><span><span>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah &#8216;Azza wa Jalla daripada hari-hari ini -yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi&#8217;.&#8221; (HR Bukhari).</p>
<p>Kalau pada Ramadan ada 10 hari terakhir yang mulia, karena menanti lailatul qadar, maka pada bulan Dzulhijjah ada 10 hari pertama yang utama, di mana amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari itu sangat dicintai Allah, bahkan melebihi jihad fi sabilillah.  Mengingat keutamaan hari-hari tersebut Allah bersumpah dengannya dalam Alquran, &#8220;Demi waktu fajar. Dan malam yang sepuluh.&#8221; (Al Fajr: 1-2).</p>
<p>Di antara 10 hari ini yang paling utama adalah hari haji akbar yaitu hari <em>nahar</em> (10 Dzulhijjah). &#8220;Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah hari <em>nahar,</em> lalu hari tasyrik (setelah hari <em>nahar</em>).&#8221; (HR Abu Dawud, disahihkan oleh Hakim).</p>
<p>Di antara amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, pertama, melaksanakan ibadah haji dan umrah. &#8220;Dan haji mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga.&#8221; (HR Muslim). Kedua, memperbanyak shalat sunah. &#8220;Hendaknya kamu memperbanyak sujud <em>lillah</em>, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Ketiga, berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. &#8220;Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari &#8216;Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan.&#8221; (HR Ahmad dan Nasa&#8217;I dari Hafshah RA). Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Terutama pada tanggal sembilan (yakni hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. &#8220;Berpuasa pada hari &#8216;Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Keempat, bertakbir dan berzikir. &#8220;Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.&#8221;(QS Al-Hajj: 28). Kelima, berkurban pada hari <em>nahar </em>(sepuluh Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah). &#8220;Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami.&#8221; <em>(Shahih At-Targhiib). </em></p>
<p>Keenam, memperbanyak amal saleh, seperti sedekah, membaca Alquran, <em>birrul </em>waalidain, silaturahim  memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, dan lainnya. Ketujuh, bertaubat dari dosa dan maksiat serta menjauhi larangan Allah. &#8220;Sesungguhnya Allah cemburu, orang mukmin pun cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin mengerjakan larangan-Nya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Kedelapan, melaksanakan shalat Idul Adha. Di saat bangsa kita diterpa berbagai problema yang menggurita dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, seharusnyalah kita memperkokoh <em>tazkiyatun nafs</em>(kesucian jiwa) melalui ibadah agar mendapat pertolongan Allah SWT.  Amin.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/10-hari-pertama-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslim Rusia Mimpi Naik Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/muslim-rusia-mimpi-naik-haji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/muslim-rusia-mimpi-naik-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Umroh dan Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[muslim rusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7376</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M Aji Surya Diplomat di KBRI Moskow, lulusan PM Gontor, (ajimoscovic@gmail.com Wanita desa setengah baya ini bernama Nailya Mukharmetova. Pada 3 Desember 2009, Ilya begitu ia disapa menangis sesenggukan karena akhirnya ia bisa terbang dari Bandara Seremetevo di Moskow menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji. Wajahnya yang putih, tiba-tiba merona kemerahan. Demi Allah, inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7402" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-7402" title="masjid-kul-sharif-kazan-rusia" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/masjid-kul-sharif-kazan-rusia-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /><p class="wp-caption-text">Masjid kul sharif, kazan. rusia.</p></div>
<p><strong>Oleh: M Aji Surya</strong><br />
Diplomat di KBRI Moskow,<br />
lulusan PM Gontor, (ajimoscovic@gmail.com</p>
<p><span>Wanita desa setengah baya ini bernama Nailya Mukharmetova. Pada 3 Desember 2009, Ilya begitu ia disapa menangis sesenggukan karena akhirnya ia bisa terbang dari Bandara Seremetevo di Moskow menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji. Wajahnya yang putih, tiba-tiba merona kemerahan. Demi Allah, inilah perjalanan paling penting dalam hidup saya di dunia,¡± katanya lirih.</span></p>
<p>Perempuan kampung tersebut rupanya telah menunggu hampir 10 tahun sampai kesempatan itu tiba. Mimpi indah akhirnya dikabulkan Tuhan setelah ada uluran tangan seorang dermawan. Baginya, haji bukan sekadar menjatuhkan kewajiban rukun Islam kelima, namun lebih merupakan cara memaknai hidup karena ia telah paham semua mantra suci yang keluar dari mulut dan hatinya. Ibadah haji juga merupakan pertemuan berbagai bangsa bagaikan aliran sungai Muslim menuju lautan surga.</p>
<p>Menyebut labbaika allahumma labbaik, tidak sekadar lafal pemenuhan panggilan Ilahi ke Tanah Suci, tetapi sebuah proses untuk meningkatkan kualitas hidup di dunia. Dalam haji, hati saya sangat gembira dan jiwa saya begitu emosional. Saya benar-benar telah bertatap muka dengan Allah SWT dan Nabi Muhammad, kenang wanita berjilbab putih ini.</p>
<p>Itulah sekelumit cerita tentang lamunan dan pengalaman haji seorang Muslimah dari sebuah desa di Rusia. Sejak dulu hingga kini, setiap tahun terdapat ribuan Muslim Rusia yang memiliki lamunan dan mimpi yang sama. Dalam bayangan mereka, naik haji adalah sebuah tangga menuju perbaikan hidup dan kendaraan untuk bisa memasuki surga yang dijanjikan. Tidak perduli kesulitan yang mesti ditempuh.</p>
<p>Menurut Vaiulla Khazrat Yakoupov, pascamasuknya Islam di wilayah Rusia pada tahun 22 Hijriah muncullah banyak kekhalifahan di Rusia, seperti Volgian Bulgaria, Golden Horde, Kazan, Astrakhan, Nogai Horde, dan beberapa di wilayah Kaukasus. Tidak pelak, sejak saat itu mulailah orang menunaikan rukun Islam kelima walau hanya dari kalangan kerajaan, ilmuan, dan para pebisnis.</p>
<p>Dalam sebuah catatan sejarah, seorang ratu dari Kazan bernama Nursultan, berhaji pada tahun 1494 melalui Laut Hitam dan Kairo. Setelah pulang, semua komunikasinya di Rusia menggunakan sebutan Ratu Azi (Ratu Haji). Bahkan, dikala umurnya 70 tahun (1517), ia kembali naik haji untuk kedua kalinya. Pada 1524, Raja Kazan Khan Sakhipgerey, bahkan bersedia menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada keponakannya, Safagerey, hanya karena akan menunaikan ibadah haji via Istanbul.</p>
<p>Abad ke-19 diwarnai adanya kelompok agama tertentu yang merayu pemerintah agar haji dihentikan. Saat itu, isu yang diembuskan bahwa haji hanya memberikan keuntungan materi bagi Turki yang kemudian digunakan untuk pembelian peralatan perang. Rupanya Pemerintah Rusia mengabaikannya dan haji tetap bisa dijalankan melalui tiga jalur, yakni Kaukasus-Turki-Bagdad-Makkah, Smarkand-Afghanistan-Kabul-Jeddah, serta Laut Hitam-Istambul-Suez-Jeddah.</p>
<p>Rute ketiga merupakan jalur paling disukai (2.500 jamaah) karena mudah dan lebih pendek jaraknya. Waktu itu, perjalanan melalui jalur pertama menelan biaya 100 rubel sedangkan kedua dan ketiga sebesar 300-an rubel. Pada 1894, sebuah survei yang dilakukan oleh Konsulat Rusia di Jeddah menunjukkan bahwa pada tahun itu terdapat 3.400 orang Rusia yang menunaikan haji.</p>
<p>Semasa partai komunis merajai Rusia, terjadi fluktuasi orang yang naik haji. Mulai 1930-an, jumlah haji Rusia melorot tajam. Menurut pihak penguasa, hal ini lebih disebabkan oleh dampak perang yang terus berkecamuk. Jamaah haji Rusia yang umumnya menggunakan kapal tidak bisa melewati Selat Bosporus dan Konstantinopel karena keduanya dikuasai oleh Inggris dan Prancis. Dengan berbagai cara, haji dari Rusia dimulai lagi pada 1945 yang sampai 1990-an hanya berjumlah 900 orang.</p>
<p>Di balik itu semua, rezim komunis memang terkenal sangat antiagama. Baik Kristen Ortodoks maupun Islam mendapatkan tekanan sangat kuat. Banyak gereja dan masjid dihancurkan, buku-buku agama juga dienyahkan. Tidak boleh ada pengajaran agama apa pun. Dan, dakwah Islamiyah hanya bisa dilakukan melalui bisik-bisik dan di dalam keluarga. Berhaji juga pasti bukan perkara mudah.<br />
<strong><br />
Pasca- perestroikadan glasnost </strong><br />
Era kebebasan beragama menjadi terang benderang ketika Gorbachev berhasil menggulirkan perestroikadan glasnostpada awal 1990. Inilah titik balik kegiatan keagamaan, termasuk haji di Rusia. Di Moskow, didirikan kembali gereja putih Khramkhrista Spasitelya dan di Kremlin Kazan dibangun masjid paling cantik dan terbesar di Eropa, Kul Syarif.</p>
<p>Pada waktu komunis tumbang, jumlah masjid di Rusia hanya tinggal 100. Namun, seiring dengan kemeriahan beragama, kini jumlahnya telah mencapai 7.000 masjid. Madrasah dan universitas Islam terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kebutuhan masyarakat Muslim yang saat ini mencapai 18 persen dari seluruh populasi (142 juta). Bersamaan dengan itu, kegiatan haji juga semakin marak.</p>
<p>Kuota haji yang tahun lalu hanya 20.500 lebih mendasarkan pada angka resmi jumlah Muslim di Rusia sebanyak 20-an juta. Menurut Mufti Besar Rusia Ravil Gaynutdin, saat ini kuota yang tepat bagi Rusia sebesar 25 ribu orang. Kuota yang ada tersebut dibagi oleh Dewan Haji kepada beberapa daerah dan organisasi. Wilayah Dagestan, misalnya, mendapatkan 6.000, Russian Mufties Council 3.500, Tatarstan 3.000, Bashkortostan 2.000, Ingushetia 1.500 dan sisanya disebar ke beberapa wilayah. Jumlah tersebut kemudian diberikan kepada tour operator untuk mengelolanya. Di Tatarstan, misalnya, diwakili oleh Idil Hajj dan di Dagestan oleh Bartakat dan Arafat tour operator.</p>
<p>Dewan Haji yang diisi oleh wakil Pemerintah Pusat dan para mufti ini setiap tahun bertemu untuk membicarakan soal haji, termasuk melakukan evaluasi pelaksanaan haji oleh para operator yang ditunjuk tahun sebelumnya. Operator yang dinilai bagus akan dipertahankan, sedangkan yang buruk, bisa dikurangi jatahnya atau dihapus dari daftar.</p>
<p>Mengingat tidak adanya Kementerian Agama, maka kontrol terhadap tour operator bagi haji juga menjadi relatif lemah. Menurut Ildar, seorang periset haji dari Rusia, berhaji dari Rusia tergolong mahal. Untuk yang paling murah dan bermukim di Tanah Suci selama sebulan ongkosnya pada kisaran 3.000 dolar AS, sedangkan yang menggunakan fasilitas mewah maka harus merogoh kocek sampai 8.000 ribu dolar AS. ¡°Untuk yang terakhir ini, akomodasi dekat Ka¡¯bah, makanan berlimpah, dan disiapkan mobil khusus,¡± ujarnya. Bagi jamaah yang merasa tidak mampu, maka cara yang bisa ditempuh adalah menggunakan angkutan darat. Yang paling dekat adalah dari wilayah Dagestan (selatan barat Rusia) yang hanya menempuh waktu 2-3 hari hingga Makkah.</p>
<p>Sedangkan dari tengah Rusia seperti Kazan, memerlukan waktu seminggu dengan melewati empat hingga lima negara. Sampai tahun lalu, kegiatan haji via darat ini masih marak karena banyak jamaah yang membawa dagangan untuk dijual di Saudi dan ketika pulang menggotong aneka dagangan untuk dipasarkan di desanya.</p>
<p>Tahun ini kegiatan haji darat sudah dihentikan karena banyak negara yang dilewati sedang mengalami pergolakan politik, ujar Rustem R Gataulin, dirut Idil Hajj sambil menerangkan bahwa perjalanan darat sarat dengan kesulitan. Mulai dari kesehatan kendaraan hingga ancaman nyawa di tengah jalan.</p>
<p>Khusus bagi mereka yang benar-benar papa, impian menjadi haji tetap bisa digantungkan. Di Rusia, beberapa miliuner Muslim tidak segan-segan untuk bersedakah dalam bentuk pembiayaan haji. Pengusaha minyak Suleman Kerimov, misalnya, hampir setiap tahun memberikan haji gratis kepada 2.500-3.000 orang miskin (dengan biaya 2.800 dolar AS per orang). Agar efisien maka jamaah terbang dengan pesawat pribadinya.</p>
<p>Seorang miliuner lain, Abusupian Kharkharov, juga pernah bercerita tentang haji orang sedesanya. Ketika melaksanakan ibadah haji, ia merasa mendapatkan pencerahan dan kebahagiaan yang luar biasa. Untuk pertama kali dalam hidup, ia merasa tenteram dan dekat dengan Tuhan. Karenanya, ketika pulang saya hajikan orang sekampung dengan pesawat khusus, ujarnya kepada saya suatu saat.</p>
<p>Lalu, mengapa Muslim Rusia yang baru saja bangkit dari tidur panjangnya terus bermimpi-mimpi untuk menunaikan ibadah haji? Menurut Marat Salimov yang sempat mencium Ka¡¯bah pada bulan Ramadhan, umrah dan haji adalah sebuah liburan religi yang membuat hati lebih dekat dengan Sang Khalik. Melalui kegiatan ini jiwa manusia bisa menjadi baru dan sehat. ¡°Kita mesti berterima kasih kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad yang memberikan pencerahan kepada manusia melalui haji dan umrah. ed: subroto</p>
<p><strong></strong><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/muslim-rusia-mimpi-naik-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lontar Jumrah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/09/lontar-jumrah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/09/lontar-jumrah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 05:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Picture]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Jumrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7025</guid>
		<description><![CDATA[Jemaah haji yang akan melaksanakan lontar jumrah, berjalan dari pondokannya ke Jamarat. (MCH)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jemaah haji yang akan melaksanakan lontar jumrah, berjalan dari pondokannya ke Jamarat. (MCH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/09/lontar-jumrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/11/4922.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Wukuf di Arafah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/04/persiapan-wukuf-di-arafah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/04/persiapan-wukuf-di-arafah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 04:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Picture]]></category>
		<category><![CDATA[Arafah]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Wukuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=6900</guid>
		<description><![CDATA[Menag yang juga Amirul Haj Suryadharma Ali melakukan cheking terakhir persiapan Wukuf Arafah di tenda jemaah haji Indonesia di Arafah, Kamis sore (3/11).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menag yang juga Amirul Haj Suryadharma Ali melakukan cheking terakhir persiapan Wukuf Arafah di tenda jemaah haji Indonesia di Arafah, Kamis sore (3/11).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/04/persiapan-wukuf-di-arafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/11/4855.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Kurban di Makkah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/01/persiapan-kurban-di-makkah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/01/persiapan-kurban-di-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 04:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Picture]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=6720</guid>
		<description><![CDATA[Makkah &#8211; Para jamaah haji tengah mengamati kambing dan unta kurban yang akan dibelinya di Pasar Hewan Kaqiyah, Makkah, Ahad (30/10). Kambing dijual dengan harga 300 hingga 1.200 real per ekor sedangkan unta dijual dengan harga 2.800 &#8211; 3.200 per ekor. (Republika/Muhammad Subarkah)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makkah &#8211; Para jamaah haji tengah mengamati kambing dan unta kurban yang akan dibelinya di Pasar Hewan Kaqiyah, Makkah, Ahad (30/10). Kambing dijual dengan harga 300 hingga 1.200 real per ekor sedangkan unta dijual dengan harga 2.800 &#8211; 3.200 per ekor. </p>
<p>(Republika/Muhammad Subarkah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/11/01/persiapan-kurban-di-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/11/qurban-makkah-1_Memilih-Kambing.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Katering di Asrama Haji Pondok Gede</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/27/katering-di-asrama-haji-pondok-gede/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/27/katering-di-asrama-haji-pondok-gede/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 04:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Picture]]></category>
		<category><![CDATA[asrama haji pondok gede]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Katering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=6561</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Petugas katering tengah melakukan pengepakan pada makanan ringan yang nantinya akan didistribusikan ke gedung asrama jamaah calon haji di Asramah Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (26/10). Dalam sehari para petugas katering harus mempersiapkan makanan ringan sekitar 1800 untuk memenuhi dua hingga tiga kelompok terbang per hari. (Republika/Agung Supriyanto)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Petugas katering tengah melakukan pengepakan pada makanan ringan yang nantinya akan didistribusikan ke gedung asrama jamaah calon haji di Asramah Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (26/10). </p>
<p>Dalam sehari para petugas katering harus mempersiapkan makanan ringan sekitar 1800 untuk memenuhi dua hingga tiga kelompok terbang per hari. (Republika/Agung Supriyanto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/27/katering-di-asrama-haji-pondok-gede/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/catering-haji-1_PELAYANAN-KATERING-HAJI.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Calhaj di Sela Rutinitas Ibadah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/kegiatan-calhaj-di-sela-rutinitas-ibadah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/kegiatan-calhaj-di-sela-rutinitas-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 05:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Picture]]></category>
		<category><![CDATA[berbelanja]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Masjidil Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=6481</guid>
		<description><![CDATA[Terlihat para jamaah Indonesia menyempatkan diri di sela kegiatan inti mereka di Mekkah, ada yang berbelanja di sekitar pondokan, menikmati jus buah segar, serta mengunjungi tempa penukaran uang di seputar Masjidil Haram. (MCH)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlihat para jamaah Indonesia menyempatkan diri di sela kegiatan inti mereka di Mekkah, ada yang berbelanja di sekitar pondokan, menikmati jus buah segar, serta mengunjungi tempa penukaran uang di seputar Masjidil Haram. (MCH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/kegiatan-calhaj-di-sela-rutinitas-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/4743.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Berbagai Usaha dan Cara Menuju masjidil haram</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/berbagai-usaha-dan-cara-menuju-masjidil-haram/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/berbagai-usaha-dan-cara-menuju-masjidil-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 05:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Picture]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Masjidil Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=6470</guid>
		<description><![CDATA[Mekkah &#8212; Sejumlah jamaah bersama-sama menuju Masjidil Haram, terlihat berbagai usaha dan cara jemaah menuju kesana (Masjidil Haram), ada yamg berjalan kaki, menggunakan mobil omprengan, bahkan menumpang mobil bak terbuka dengan tarif 2 Riyal. (MCH)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mekkah &#8212; Sejumlah jamaah bersama-sama menuju Masjidil Haram, terlihat berbagai usaha dan cara jemaah menuju kesana (Masjidil Haram), ada yamg berjalan kaki, menggunakan mobil omprengan, bahkan menumpang mobil bak terbuka dengan tarif 2 Riyal. (MCH)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/berbagai-usaha-dan-cara-menuju-masjidil-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/4735.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
		<item>
		<title>Ziarah, Jangan Lupakan Niat Utama Berhaji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/21/ziarah-ketempat-bersejarah-boleh-tapi-jangan-lupakan-niat-utama-berhaji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/21/ziarah-ketempat-bersejarah-boleh-tapi-jangan-lupakan-niat-utama-berhaji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 15:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=6308</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA&#8211;Diluar kewajiban, terbersih keinginan para jamaah calon haji melihat tempat-tempat yang mereka idamkan. Untuk menggapai hal itu, terkadang sampai melupakan kewajiban yang seharusnya dijalankan. Ketua MUI, Amidhan Sabera menuturkan bagi jamaah Indonesia ibadah hajis selain kewajiban juga merupakan kesempatan untuk melihat lebih dekat tempat-tempat yang dikisahkan dalam Al-quran. Salah satu tempat yang menjadi idaman jamaah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA&#8211;Diluar kewajiban, terbersih keinginan para jamaah calon haji melihat tempat-tempat yang mereka idamkan. Untuk menggapai hal itu, terkadang sampai melupakan kewajiban yang seharusnya dijalankan.</p>
<p>Ketua MUI, Amidhan Sabera menuturkan bagi jamaah Indonesia ibadah hajis selain kewajiban juga merupakan kesempatan untuk melihat lebih dekat tempat-tempat yang dikisahkan dalam Al-quran.</p>
<p>Salah satu tempat yang menjadi idaman jamaah haji Indonesia adalah hajar aswad. Menurut Amidhan, para jamaah haji disamping hendak melihat kabah secara langsung juga berkeinginan besar mencium hajar aswad. Padahal dalam ibadah haji, mencium hajar aswad tidak wajib melainkan sunnah.</p>
<p>Tempat idaman lain adalah makam Rasullah. Amidan mengungkap bagi jamaah haji Indonesia tidak berziarah ke makam Nabi serasa kurang lengkap. Padahal itu tidak termasuk rukun.</p>
<p>Karena itu, Amidhan mengingatkan, jangan sampai saat berkunjung ke tempat bersejarah hingga mengabaikan kewajiban haji.</p>
<p>Agung Sasongko</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/21/ziarah-ketempat-bersejarah-boleh-tapi-jangan-lupakan-niat-utama-berhaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	<enclosure url="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/niat-haji-OK.jpg" type="image/jpeg" />	</item>
	</channel>
</rss>

