<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Umrah</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/tag/berita-umrah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 07:31:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Peminat Umrah Meningkat</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-umrah-meningkat/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-umrah-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 07:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[peminat]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>
		<category><![CDATA[universitas indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7442</guid>
		<description><![CDATA[oleh: M Akbar JAKARTA &#8212; Calon jamaah peminat ibadah umrah pada tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai akibatnya, jadwal keberangkatan Maret mengalami over permintaan dari jumlah kuota yang ada.  &#8221;Tahun ini memang betul adanya peningkatan. Peminatnya memang besar,&#8221; kata Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Ahmad Kartono. Penegasan dari Kartono ini sejalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: M Akbar</p>
<p><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-umrah-meningkat/umrah1/" rel="attachment wp-att-7443"><img class="alignleft size-medium wp-image-7443" title="umrah1" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/umrah1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>JAKARTA &#8212; Calon jamaah peminat ibadah umrah pada tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai akibatnya, jadwal keberangkatan Maret mengalami over permintaan dari jumlah kuota yang ada.  &#8221;Tahun ini memang betul adanya peningkatan. Peminatnya memang besar,&#8221; kata Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Ahmad Kartono.</p>
<p>Penegasan dari Kartono ini sejalan dengan pernyataan dari Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Baluki Ahmad. Baluki mengatakan, untuk jadwal kepergian ibadah umrah pada Maret memang sudah penuh.<br />
Aktifitas tersebut sudah mulai terlihat sejak Januari ini. Meski Maret sudah dinyatakan penuh, namun untuk jadwal keberangkatan Februari justru mengalami situasi yang sebaliknya. &#8221;Kelihatannya memang ada rasa ketakutan untuk awal Februari ini karena mereka cemas dengan masalah pengurusan visa sehingga semuanya menumpuk pada Maret,&#8221; ujarnya.<br />
Kartono juga mengatakan, penumpukan pada Maret itu memang menjadi hal yang wajar. Para pengelola travel umrah, kata dia, sepertinya berupaya untuk mengantisipasi perubahan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi Arabia.</p>
<p>Hingga saat ini, dia sendiri masih belum mengetahui apakah akan ada perubahan kebijakan atau tidak dari pemerintah Saudi.<br />
Sementara itu berdasarkan data dari biro perjalanan haji dan umrah yang tergabung di dalam Himpuh, Baluki mengatakan, jadwal umrah pada Maret-April telah menyerap sekitar 40 persen dari total jamaah pada tahun ini.</p>
<p>Ia memperkirakan, tahun ini jamaah umrah yang akan pergi ke Tanah Suci akan lebih dari 300 ribu jamaah. Dibandingkan dua tahun sebelumnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang besar. Ia mengungkapkan, jumlah jamaah umrah pada 2011 sekitar 260 ribu. Sedangkan data yang diungkapkan oleh Kementerian Agama lewat Kartono, jumlahnya ada sebanyak 295 ribu.<br />
Lalu untuk 2010, Baluki mengungkapkan, total jamaah yang beribadah umrah ada sekitar 180 ribu orang. Sementara dari dari Kementerian Agama melansir sebanyak 250 ribu.</p>
<p>Untuk musim umrah tahun ini, jamaah akan mulai diterbangkan pada Februari hingga Agustus. Ketua Bidang Visa Umroh Himpuh, Muhammad Wahyu, untuk harga beribadah umrah itu berkisar antara 1650 dolar AS sampai 1800 dolar AS untuk paket standar. Sedangkan paket eksekutif dengan layanan penginapan dan fasilitas berbintang lima, kata dia, harganya berkisar dari 2.000 &#8211; 2.500 dolar AS.</p>
<p>Di luar harga tersebut, Makara Wisata Travel Haji dan Umroh memberikan harga lebih miring lagi. Travel ini menyebut dirinya sebagai jasa layanan umrah backpaker. Hadi Fatahillah, general manager Makara Wisata Travel, mengungkapkan, pihaknya mematok harga antara Rp 10 juta sampai Rp 13 juta. Di luar paket backpaker tersebut, biro perjalanan haji dan umrah milik Universitas Indonesia ini juga memberikan paket eksekutif dengan harga sekitar Rp 17 juta.</p>
<p>Hadi mengakui adanya peningkatan peminat umrah. Sejak dua tahun terakhir membuka layanan umrah backpaker ini, dia mengaku, peminatnya mengalami peningkatan sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Pada tahun pertama, yakni 2010, jumlah yang berangkat ada sebanyak 250 orang. Setahun kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 400 orang. Untuk tahun ini, kata dia, jumlahnya masih belum banyak. &#8221;Tetapi kami sangat yakin akan mengalami peningkatan juga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hadi menjelaskan, untuk penyelenggaraan ibadah umrah tahun ini pihaknya memberangkatkan dua kelompok secara terpisah. Pemberangkatan pertama dilakukan pada Maret. Jumlah yang sudah terdaftar sebanyak 90 orang. Lalu kelompok berikutnya dilakukan pada Juli mendatang. Rombongan tersebut nantinya menghabiskan waktu di Tanah Suci sekitar 9-12 hari.<br />
Ia mengaku, peminat umrah backpaker ini umumnya adalah kelompok usia remaja dan mereka yang sudah pernah beribadah ke Tanah Suci. &#8221;Respons Alhamdulillah bagus karena hampir tiap tahun selalu mengalami peningkatan,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-umrah-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peminat Haji Khusus Terus Meningkat</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-haji-khusus-terus-meningkat/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-haji-khusus-terus-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 07:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jemaah haji]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7438</guid>
		<description><![CDATA[oleh: M Akbar JAKARTA &#8211;  Minat calon jamaah haji Indonesia menggunakan jasa haji khusus dalam setiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk bisa berangkat ke Tanah Suci dengan memakai layanan haji plus ini, calon jamaah sudah harus masuk daftar antrean hingga tiga tahun ke depan. Menurut Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Himpuh), Baluki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: M Akbar</p>
<p><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-haji-khusus-terus-meningkat/zamzam-4/" rel="attachment wp-att-7439"><img class="alignleft size-medium wp-image-7439" title="zamzam" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/zamzam-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>JAKARTA &#8211;  Minat calon jamaah haji Indonesia menggunakan jasa haji khusus dalam setiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk bisa berangkat ke Tanah Suci dengan memakai layanan haji plus ini, calon jamaah sudah harus masuk daftar antrean hingga tiga tahun ke depan.</p>
<p>Menurut Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Himpuh), Baluki Ahmad, meningkatnya antusiasme warga Indonesia menggunakan jasa haji khusus bisa juga menjadi cerminan dari semakin membaiknya ekonomi umat. Selain itu, peningkatan tersebut disebab pula adanya eksodus calon jamaah yang tak mau mengantre terlalu lama jika menggunakan jasa haji reguler. &#8221;Kalau dilihat secara ekonomi memang bisa juga dikatakan hal ini memperlihatkan adanya kondisi ekonomi umat Islam yang semakin membaik,&#8221; kata Baluki.</p>
<p>Berdasarkan data dari anggota Himpuh, Baluki mengatakan, jumlah jamaah yang menggunakan haji khusus terus mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir. Pada 2009, ia menyebut jumlah jamaah yang terbang ke Tanah Suci dengan haji khusus ada sekitar 12 ribu. Pada saat itu harga minimal yang dipatok sebesar 6.500 dolar AS.</p>
<p>Pada tahun selanjutnya, jumlah jamaah haji khusus meningkat menjadi 15 ribu. Harga minimalnya masih tetap sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan pada 2011, jumlah jamaah hanya ada 14 ribu orang. Namun harga tiket sudah melonjak hingga 7 ribu dolar AS.  Penurunan jumlah jamaah haji khusus pada 2011, menurut Baluki, bukan disebabkan peminat yang menurun. &#8221;Tetapi pada saat itu kouta yang diberikan pemerintah Indonesia memang berkurang. Padahal saat itu peminatnya sangat tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Baluki menjelaskan pada kasus tahun lalu, pemerintah telah menurunkan kuota bagi jamaah haji khusus hanya menjadi 20 ribu dari jumlah kouta 23 ribu yang pernah diberikan pada 2010. Sebagai akibat penurunan jumlah kuota tersebut, Baluki mengatakan,&#8221;Antrean haji khusus untuk saat ini sudah sampai 2015.&#8221;</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama, Cepi Supriatna, menilai peminat haji khusus dalam setiap tahunnya selalu terjadi fluktuasi. &#8221;Jumlahnya berkisar antara 17 ribu sampai 23 ribu. Tetapi untuk tahun lalu, hanya ada 20 ribu saja,&#8221; katanya di tempat yang sama.</p>
<p>Cepi mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir ini calon jamaah yang ingin berangkat dengan menggunakan jasa layanan haji plus juga harus masuk daftar waiting list. &#8221;Rata-rata bisa sampai dua tahun,&#8221; katanya.</p>
<p>Daftar antrean haji khusus ini, kata Cepi, masih relatif lebih singkat jika dibandingkan dengan antrean yang terjadi pada haji reguler. Untuk haji jenis ini, ia mengungkapkan, masa tunggunya berkisar antara 4-12 tahun.<br />
Peningkatan ini tak lepas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi kepada setiap negara yang ingin memberangkatkan jamaahnya ke Tanah Suci. &#8221;Jadi bukan kita yang menentukannya karena pihak Arab hanya memberikan kouta satu persen saja dari total jumlah penduduknya di setiap negara.&#8221;<br />
Cepi mengakui, peningkatan yang luar biasa terhadap haji khusus maupun haji reguler ini menunjukkan perbaikan ekonomi umat juga. &#8221;Tetapi yang lebih utama sebenarnya adalah keyakinan mereka untuk berhaji yang semakin menguat. Soalnya banyak juga yang sudah punya uang banyak tetapi mereka belum berangkat haji,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan semakin panjangnya antrean untuk pergi haji, Baluki mengatakan, hal ini berdampak pula pada ibadah umrah. &#8221;Kerinduan yang sudah sangat besar untuk ke Tanah Suci itu akhirnya lebih banyak dimanfaatkan dengan cara ber-umrah.&#8221;<br />
Seperti halnya haji khusus, tren umrah juga terus menunjukkan peningkatan jumlah. Pada 2010, jumlah jamaah yang pergi umrah hanya ada 160 ribu orang. Tahun berikutnya, versi data Himpuh ada 260 ribu orang. Sedangkan data dari kedutaan besar Indonesia ada 300 ribu. &#8221;Tahun ini jumlahnya juga meningkat. Saya perkirakan akan di atas 300 ribu,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/peminat-haji-khusus-terus-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Biaya Haji Indonesia Mahal?</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/benarkah-biaya-haji-indonesia-mahal/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/benarkah-biaya-haji-indonesia-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7417</guid>
		<description><![CDATA[oleh: H Abdul Gafur Jawahir Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang dahulu dikenal dengan sebutan ONH, oleh sementara pihak sering dianggap mahal, bahkan termahal di dunia. Anggapan ini dapat dimengerti karena didasarkan atas perhitungan traveling biasa termasuk perjalanan umrah. Komponen biaya yang dihitung pada dasarnya terdapat kesamaan, yaitu tiket penerbangan PP, akomodasi, konsumsi, transportasi lokal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: H Abdul Gafur Jawahir</p>
<p><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/benarkah-biaya-haji-indonesia-mahal/biaya-haji/" rel="attachment wp-att-7418"><img class="alignleft size-medium wp-image-7418" title="biaya haji" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/biaya-haji-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang dahulu dikenal dengan sebutan ONH, oleh sementara pihak sering dianggap mahal, bahkan termahal di dunia. Anggapan ini dapat dimengerti karena didasarkan atas perhitungan traveling biasa termasuk perjalanan umrah. Komponen biaya yang dihitung pada dasarnya terdapat kesamaan, yaitu tiket penerbangan PP, akomodasi, konsumsi, transportasi lokal, dan biaya operasional dan pemvisaan.<br />
Pertanyaannya, mengapa terdapat perbedaan besaran padahal komponen dasarnya sama?<br />
Jika diurai satu persatu, maka akan diperoleh penjelasan sebagai berikut:</p>
<p>1. Tiket penerbangan.<br />
Pada sistem reguler yang diperhitungkan adalah biaya dari bandara ke bandara PP. Sedangkan pada sistem haji, perusahaan penerbangan tidak saja menghitung biaya airport to airport melainkan dari asrama embarkasi sampai kembali ke asrama debarkasi. Pola kerja operasional haji di embarkasi Tanah Air dan di embarkasi Arab Saudi yang 24 jam. mengakibatkan terjadinya pengeluaran tambahan, termasuk biaya angkutan dari asrama embarkasi/madinatul hujaj ke airport PP. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk proses penyusunan jadwal dan penentuan slot di Arab Saudi.</p>
<p>2. Akomodasi.<br />
Biaya akomodasi pada masa operasional haji secara umum diketahui bahwa relatif lebih mahal dibanding masa di luar musim haji. Di samping itu, sesuai dengan taklimatul haj (ketentuan perhajian) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi, bagi penyelenggara haji yang jumlahnya besar seperti Indonesia ini, diwajibkan juga menyewa rumah cadangan (1 persen) yang diperlukan untuk antisipasi evakuasi jika terjadi hal-hal yang di luar dugaan, seperti kebakaran. Berdasarkan kondisi bangunan perumahan di Makkah yang tidak sama dan variasi jumlah pembagian alokasi untuk setiap maktab, maka dimungkinkan terjadinya selisih distribusi pada setiap rumahnya. Biaya untuk rumah cadangan dan selisih distribusi harus disediakan, sementara pada travel yang reguler maupun umrah tidak menjadi beban.</p>
<p>3. Konsumsi.<br />
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pada saat operasional haji, kondisi di kota-kota perhajian penuh dengan jamaah, yang secara objektif akan berdampak terhadap penyediaan katering; terutama pada ketersediaan bahan baku, tenaga kerja professional, distribusi, dan pergudangannya. Hal ini berdampak terhadap nilai tawar pihak pengusaha katering, sehingga biaya katering haji tidak bisa sama dengan biaya katering umrah. Kondisi di Arafah dan Mina terlebih lagi menjadi lemah posisi negara-negara pengirim jemaah dengan jumlah besar, oleh karenanya pihak Muassasah kemudian mematok harga SR 300.- per orang untuk jamu (jamuan dan fasilitas) selama 3 hari di Arafah dan Mina. Bagi jamaah umrah tidak ada biaya-biaya Arafah dan Mina.</p>
<p>4. Transpor lokal di Arab Saudi.<br />
Kebutuhan moda transportasi lokal pada musim haji juga sangat besar. Bahkan bagi jamaah haji negara-negara Teluk yang datang menggunakan mobil pribadi, harus pula menggunakan bus atau minibus untuk perjalanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kebutuhan akan kendaraan besar (bus) yang sangat banyak itu, hanya terjadi pada saat operasional haji. Pada hari-hari berikutnya bus-bus tersebut kemudian dikandangkan untuk musim haji tahun yang akan datang. Investasi yang besar terhadap penyediaan bus dan pengelolaan bus di luar masa operasional haji, berdampak terhadap harga sewa bus. Sedangkan pada masa umrah harga sewa bus lebih rendah, karena kesediaan bus sangat mencukupi.</p>
<p>5. Biaya operasional dan pemvisaan.<br />
Pelayanan yang sifatnya massal memang membutuhkan biaya ekstra. Apalagi kegiatan pelayanan haji sangat dibatasi waktunya, sehingga bekerja 24 jam setiap harinya. Kondisi ini jelas menuntut biaya tambahan operasional, terlebih lagi profil jamaah haji yang sebagian besar berpendidikan menengah ke bawah, kaum ibu-ibu, dan umur rata-rata di atas 50 tahun, menuntut pelayanan yang lebih besar yang memerlukan tenaga/petugas haji yang banyak. Kebutuhan pelayanan yang demikian itu, tidak saja semasa di Tanah Air, tetapi juga semasa di Arab Saudi, dan semasa dalam perjalanan.</p>
<p>Sedangkan biaya pemvisaan pada traveling biasa maupun umrah, hanya dihitung untuk mengurus visa di Kedubes Arab Saudi. Biaya pembuatan paspor dan mengantar paspor ke Jakarta menjadi beban yang bersangkutan. Pada kegiatan haji, biaya pemvisaan sudah mencakup pengadaan paspor, penelitian dan scaning, proses bolak-balik dari daerah ke provinsi, kemudian ke Pusat, serta distribusi kembali ke embarkasi. Kegiatan penyelesaian pemvisaan ini hampir setiap harinya dilakukan secara lembur baik di Kedubes Arab Saudi maupun di Departemen Agama. Sistem pemvisaan ini meringankan jamaah haji, karena jamaah haji di mana pun tempatnya, termasuk di pelosok jauh di sana tidak perlu harus pergi ke provinsi maupun ke Jakarta untuk mengurus paspor dan visanya.</p>
<p>Di samping adanya karakteristik pada pelayanan haji, kemahalan terjadi karena adanya dana titipan jemaah yang dikenal dengan sebutan &#8216;Living Cost&#8217; sebesar 400 dolar AS atau SAR 1,500. Living cost tersebut dikembalikan kepada jamaah di pelabuhan embarkasi pada saat akan berangkat ke Arab Saudi.</p>
<p>Model living cost ini oleh Dewan Perwakilan Rakyat direkomendasikan untuk tetap dipertahankan, karena sebagian besar jamaah haji terutama dari pedesaan mereka membayar BPIH atas dasar menabung, yang setelah dananya cukup sebesar BPIH dibayarkan untuk pergi haji, dengan pengertian seluruh kegiatan perhajian di Arab Saudi telah tertutupi dengan BPIH dimaksud.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/benarkah-biaya-haji-indonesia-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Olah Raga Sebelum Berangkat Umrah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[joging]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7387</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Prima Resti Kebugaran didapat dengan cukup makan dan istirahat. Penyesuaian kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas umrah dan haji selama di Arab Saudi mutlak diperlukan. Sebelum berangkat, calon jamaah sangat dianjurkan melakukan aktivitas olahraga rutin yang ringan atau aklimatisasi. Jenis olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki cepat atau melakukan joging ringan. Ini agar kondisi tumbuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: Prima Resti<br />
<span><em><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/joging/" rel="attachment wp-att-7388"><img class="alignleft size-medium wp-image-7388" title="joging" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/joging-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Kebugaran didapat dengan cukup makan dan istirahat.</em></span></p>
<p><span>Penyesuaian kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas umrah dan haji selama di Arab Saudi mutlak diperlukan. Sebelum berangkat, calon jamaah sangat dianjurkan melakukan aktivitas olahraga rutin yang ringan atau aklimatisasi.<br />
Jenis olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki cepat atau melakukan joging ringan. Ini agar kondisi tumbuh lebih mudah mengalami penyesuaian saat melaksanakan ibadah haji.<br />
Tapi, jangan sampai tubuh kelelahan menjelang keberangkatan. &#8220;Yang perlu diingat, kondisi tubuh dijaga agar tidak terlalu lelah menjelang hari keberangkatan ke Tanah Suci,&#8221; ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.</span></p>
<p>Untuk mendapatkan aktivitas yang optimal, kata dia, kegiatan yang dilakukan sebelum berangkat agar disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Calon jamaah harus menyusun rencana waktu dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Selain itu, sangat dianjurkan mengenal proses perjalanan ibadahselama di Tanah Suci dan kondisi alam di Arab Saudi.</p>
<p>Satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan, menurut Tjandra Yoga, adalah melakukan pemeriksaan kesehatan di pelayanan kesehatan. Pemeriksaan bisa dilakukan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau dokter keluarga.</p>
<p>Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon jamaah secara cermat. &#8220;Apabila ternyata jamaah sakit menjelang keberangkatan harus segera diobati,&#8221; dia menuturkan.</p>
<p>Untuk jamaah yang sakit menetap, misalnya menderita sakit gula, kata Tjandra Yoga, dokter akan memberikan bekal obat dan cara-cara mengelola sakitnya selama dalam perjalanan. Yang tak kalah pentingnya, &#8220;Konsultasikan kondisi kesehatan sebelum berangkat.&#8221;<br />
Dia mengatakan, kebugaran fisik bisa dipertahankan selama berada di Tanah Suci dengan mengonsumsi cukup makan dan juga cukup istirahat. Hal ini dilakukan sambil melaksanakan ibadah yang tepat, baik pagi, sore, maupun malam.<br />
Kegiatan yang kurang bermanfaat untuk pelaksanaan ibadah sebaiknya dikurangi. &#8220;Jangan terlalu banyak berjalan-jalan seperti berbelanja. Jaga stamina dan kesehatan untuk menjalankan ibadah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tjandra Yiga juga mengingatkan agar menjaga kamar tidur. Kamar tidur diusahakan tetap lapang dan tidak berdesak-desakan oleh orang atau barang. Sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup dapat mengurangi kuman-kuman penyakit yang ada di dalam kamar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Umrah dan Beritikaf di Masjidil Haram</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 05:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iktikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Masjidil Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=5554</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH &#8211; Jamaah haji dari berbagai Negara saat ini sudah memasuki kota Mekkah. Masjidil Haram pada Jumat (7/10) dini hari tadi, walau pun dibagian luar terasa lenggang, namun tempat tawaf dan sai mulai dipadati oleh jemaah dari berbagai Negara, seperti Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, Cina dan penduduk lokal Arab Saudi sendiri. Hari Kamis dan Jumat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_5555" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/masjidil/" rel="attachment wp-att-5555"><img class="size-medium wp-image-5555" title="masjidil" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/masjidil-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Masjidil Haram dari arah balkon lantai tiga</p></div>
<p>MAKKAH &#8211; Jamaah haji dari berbagai Negara saat ini sudah memasuki kota Mekkah. Masjidil Haram pada Jumat (7/10) dini hari tadi, walau pun dibagian luar terasa lenggang, namun tempat tawaf dan sai mulai dipadati oleh jemaah dari berbagai Negara, seperti Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, Cina dan penduduk lokal Arab Saudi sendiri.</p>
<p>Hari Kamis dan Jumat sebagai hari libur bagi warga Saudi, banyak dimanfaatkan untuk melaksanakan umrah malam hari dan beritikaf di Masjidil Haram. Banyak warga Saudi membawa keluarga beserta anak-anaknya berada di pelataran Masjidil Haram, usai menunaikan ibadah umrah sambil beritikaf di Masjidil Haram.</p>
<p>Melaksanakan umrah malam hari dan beritikaf di Masjidil Haram, selain menghadirkan kesejukan hati, juga membawa kenikmatan yang mendalam seakan kita bersentuhan dengan-Nya secara langsung. &#8220;Setiap ada kesempatan tugas ke Arab Saudi, saya selalu menyempatkan diri berumrah dan beritikaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi,&#8221; kata Retno seorang expatriate asal Indonesia.</p>
<p>Cerita yang sama juga dikemukakan Budi Prakoso seorang pekerja Indonesia yang telah menetap di Jeddah selama 3 tahun. &#8220;Saya dan keluarga, setiap libur selalu menjadwalkan waktu untuk umrah dan beritikaf di Masjidil Haram,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Budi, kalau kita sengaja melakukan hal ini dari tanah air, kan biayanya tak murah. &#8220;Mumpung kita lagi di Saudi, kita manfaatkanlah untuk itu. Recharge bagi kehidupan spiritual dan ibadah kita,&#8221; tambahnya. (MCH-Kemenag RI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedubes Arab Saudi Usut Dugaan Mafia Visa Umrah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/04/19/kedubes-arab-saudi-usut-dugaan-mafia-visa-umrah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/04/19/kedubes-arab-saudi-usut-dugaan-mafia-visa-umrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 12:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[saudi arabia]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>
		<category><![CDATA[visa umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=4693</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA — Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi, terus mengumpulkan data-data penyelewengan dan pelanggaran yang dilakukan oknum mafia yang bermaksud merusak penyelenggaran ibadah umrah. Hal itu dikemukakan Konsul Kedubes Arab Saudi, Abdulaziz Al-Abdullah Ar-Raqabi, kepada Republika, di Jakarta, kemarin. “Bila tidak, maka kita (Arab Saudi, red) juga yang akan rugi. Karena ini menyangkut pelayanan yang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-4694" title="haji1" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/04/haji1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />JAKARTA — Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi, terus mengumpulkan data-data penyelewengan dan pelanggaran yang dilakukan oknum mafia yang bermaksud merusak penyelenggaran ibadah umrah. Hal itu dikemukakan Konsul Kedubes Arab Saudi, Abdulaziz Al-Abdullah Ar-Raqabi, kepada Republika, di Jakarta, kemarin.</p>
<p>“Bila tidak, maka kita (Arab Saudi, red) juga yang akan rugi. Karena ini menyangkut pelayanan yang kita berikan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, ada beberapa hal yang membuat pihak kedubes Arab Saudi mengambil langkah cepat dalam mengatasi mafia umrah ini. Di antaranya, jumlah umat Islam Indonesia yang ingin berumrah jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Saat ini, puluhan ribu calon jamaah umrah sedang menanti keberangkatan pada April dan Mei. “Kalau tidak segera diatasi, mafia umrah ini akan makin merajalela,” ungkap Ar-Raqabi.</p>
<p>Karena itu, lanjutnya, pihaknya terus mengumpulkan berbagai bukti penyelewengan yang dilakukan oknum mafia tersebut. Mulai dari penggunaan pelat nomor kendaraan atas nama korps diplomat (CD) kedubes Arab Saudi, pengakuan bersangkutan sebagai wakil pemerintah Saudi saat melaporkan sebuah travel ke kepolisian, dan lainnya.</p>
<p>“Penggunaan kendaraan dengan pelat nomor CD itu hanya untuk pegawai kedubes yang mendapat mandat dari pemerintah Arab Saudi. Mereka juga diberikan ID-Card sebagai bukti bahwa mereka adalah staf diplomat,” terang Ar-Raqabi.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan Kepala Media Kedubes Saudi, Nawaf Naif al-Kurnas. Menurut Nawaf, apa yang dilakukan oleh oknum tersebut telah membuat hubungan pemerintah Arab Saudi, khususnya kedubes dengan pemerintah Indonesia dan para penyelenggara umrah menjadi terganggu. “Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi, sudah membawa nama pemerintah Saudi untuk kepentingan pribadi yang bersangkutan,” tegasnya.</p>
<p>Al-Kurnas berharap, ada kerja sama antara kedubes Arab Saudi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menindak tegas oknum mafia tersebut. “Kita harus bekerja sama mengatasi berbagai problem penyelenggaraan umrah, termasuk mengatasi mafia yang merusak hubungan Indonesia dan Arab Saudi,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, kuasa hukum biro Gema Wahyu Pratama, Sefli Suharnan, berencana melaporkan balik tuduhan yang disampaikan oknum pelapor berinisial UM ke kepolisian. “Jika tidak terbukti apa yang mereka tuduhkan pada klien kami, maka kami akan melakukan tuntutan balik,” ujar Sefli, akhir pekan lalu.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, WNA Arab Saudi yang melaporkan adanya pemalsuan dokumen oleh Gema Wahyu Pratama kepada polisi bernama Umar Miski. Surat laporan itu ditandatangani oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya Unit I, Kompol Liberti P, dengan tanda bukti lapor Nomor : TBL/1230/IV/2011/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 5 April. “Faktanya, kini semua paspor sudah dinyatakan oleh kedubes Arab Saudi bahwa semua paspor dan visa dari Gema Wahyu Pratama adalah asli,” ujarnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Himpuh HM Wahyu, menyatakan, pihaknya berharap penyelenggaraan umrah berjalan dengan baik dan lancar. “Kita semua sangat menentang setiap kezaliman. Jika ada oknum yang mau mencoba merusak regulasi dan sistem penyelenggaraan umrah di Indonesia, maka kita harus melawannya,” tegas Wahyu kepada Republika.</p>
<p>Ia sangat mendukung langkah kedubes Arab Saudi yang terus berupaya memperbaiki pelayanan ibadah umrah untuk seluruh umat Islam, termasuk memberantas setiap bentuk kejahatan. “Dengan langkah seperti ini, kita berharap ada jalan terbaik bagi seluruh penyelenggara umrah dan jamaah,” terangnya.</p>
<p>syahruddin el fikri/taufik rachman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/04/19/kedubes-arab-saudi-usut-dugaan-mafia-visa-umrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjidil Haram Sepi Usai I&#8217;dul Fitri</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/16/masjidil-haram-sepi-usai-idul-fitri/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/16/masjidil-haram-sepi-usai-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 03:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3083</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH&#8211;Usai I&#8217;dul Fitri suasana kota Makkah tampak sepi setelah ditinggalkan secara besar-besaran oleh para jamaah umroh selama bulan suci ramadan. Banyak umat Islam memilih melakukan umrah di bulan suci ramadhan karena ibadah umrahnya setara dengan melakukan haji, demikian yang disunahkan Nabi Muhammad (saw). Dengan banyaknya jamaah yang meninggalkan kota suci Makkah, lalu lintas di kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3084" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-3084" title="Masjidil Haram Sepi" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2010/09/Masjidil-Haram-Sepi.jpg" alt="" width="360" height="229" /><p class="wp-caption-text">Masjidil Haram Tampak Sepi</p></div>
<p>MAKKAH&#8211;Usai I&#8217;dul Fitri suasana kota Makkah tampak sepi setelah ditinggalkan secara besar-besaran oleh para jamaah umroh selama bulan suci ramadan.</p>
<p>Banyak umat Islam memilih melakukan umrah di bulan suci ramadhan karena ibadah umrahnya setara dengan melakukan haji, demikian yang disunahkan Nabi Muhammad (saw).</p>
<p>Dengan banyaknya jamaah yang meninggalkan kota suci Makkah, lalu lintas di kota suci itupun mulai kembali normal.</p>
<p>Warga sekarang bisa mencapai Masjidil Haram dari beberapa titik penting di kota Makkah dalam waktu hanya 10 menit.</p>
<p>Selama Ramadhan untuk mencapai Masjidil Haram dibutuhkan waktu berjam-jam, karena terjadi kemacetan luar biasa yang disebabkan oleh pejalan kaki dan kendaraan. Warga kota suci Makkah sekarang memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah di Masjidil Haram.</p>
<p>Warga Makkah kini memiliki kesempatan untuk melakukan Tawaf dan ibadah lainnya dengan mudah dan nyaman, yang tidak mungkin dilakukan selama bulan Ramadhan.</p>
<p>Tarif taksi juga kembali normal. Penumpang kini dapat membayar antara SR10 dan SR25 dari mana saja di Makkah untuk mencapai Masjidil Haram. Selama Ramadhan, tarifnya bisa mencapai ratusan riyals.</p>
<p>Tarif angkutan umum (mini bus) juga  telah kembali normal, untuk menjuju Masjidil Haram cukup mengeluarkan biaya SR2.</p>
<p>Kepergian jamaah Umroh juga menurunkan tingkat hunian hotal dan pengunjung pusat perbelanjaan, hunian hotel merosot hingga 20 persen dari 100 persen selama bulan Ramadhan. Para pemilik toko memperkirakan penurunan ini terjadi sampai musim haji nanti yang diperkirakan mulai awal Oktober. Arabnews /Slamet Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/16/masjidil-haram-sepi-usai-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bus Jamaah Umroh Terbalik, Satu Tewas, 33 Luka-luka</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/16/bus-jamaah-umroh-terbalik-satu-tewas-33-luka-luka/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/16/bus-jamaah-umroh-terbalik-satu-tewas-33-luka-luka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 02:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3080</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH&#8211;Satu orang tewas dan 33 lainnya luka-luka ketika sebuah bus yang membawa jamaah Umrah terbalik di Al-Hamnah, 145 km utara Makkah. Sementara lima penumpang lainya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pertolongan pertama, 27 jamaah umroh itu dibawa ke rumah sakit Al-Khulais, harian Al-Watan melaporkan pada hari Rabu. Sementara itu, ada seorang pekerja asal Asia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JEDDAH&#8211;Satu orang tewas dan 33 lainnya luka-luka ketika sebuah bus yang membawa jamaah Umrah terbalik di Al-Hamnah, 145 km utara Makkah.</p>
<p>Sementara lima penumpang lainya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pertolongan pertama, 27 jamaah umroh itu dibawa ke rumah sakit Al-Khulais, harian Al-Watan melaporkan pada hari Rabu.</p>
<p>Sementara itu, ada seorang pekerja asal Asia tewas seketika karena tertabrak mobil ngebut ketika menyeberang jalan di distrik di Taif Hawiyyah.</p>
<p>Pekerja itu usai pergi ke bank tepat di seberang jalan untuk mengirim uang kepada keluarganya.</p>
<p>Hari selasa sebelumnya, 13 orang, termasuk seorang wanita Saudi, mengalami cidera setelah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di atas jembatan Al-Seyana di Taif. Arabnews /S.Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/16/bus-jamaah-umroh-terbalik-satu-tewas-33-luka-luka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jutaan Umat Islam Berkumpul di Masjidil Haram Mencari Lailatul Qadar</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/06/jutaan-umat-islam-berkumpul-di-masjidil-haram-mencari-lailatul-qadar/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/06/jutaan-umat-islam-berkumpul-di-masjidil-haram-mencari-lailatul-qadar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 03:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3051</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH / MADINAH&#8211;Lebih dari tiga juta umat Islam berkumpul dan berdoa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah pada hari Ahad, malam 27 Ramadhan, mencari dan menantikan berkah Lailatul Qadar. Masjidil Haram di Makkah dipadati ratusan ribu umat Islam, sebagian besar datang untuk melaksanakan ibadah umrah, mengikuti sholat Taraweh dan sholat Qiyamullail. Mereka juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3052" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-3052" title="Masjidil Haram-Malam Hari" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2010/09/Masjidil-Haram-Malam-Hari.jpg" alt="" width="350" height="236" /><p class="wp-caption-text">Masjidil Haram - Makkah Al-Mukaromah</p></div>
<p>MAKKAH / MADINAH&#8211;Lebih dari tiga juta umat Islam berkumpul dan berdoa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah pada hari Ahad, malam 27 Ramadhan, mencari dan menantikan berkah Lailatul Qadar.</p>
<p>Masjidil Haram di Makkah dipadati ratusan ribu umat Islam, sebagian besar datang untuk melaksanakan ibadah umrah, mengikuti sholat Taraweh dan sholat Qiyamullail. Mereka juga melantunkan doa-doa khusus untuk menanti dan mencari datangnya Lailatul Qadar, yang nilainya lebih dari 1.000 bulan.</p>
<p>Nabi Muhammad saw bersabda : &#8220;Barangsiapa melakukan sholat dan berdoa dengan sepenuh hati pada malam kemuliaan &#8220;lailatul qadar&#8221; maka akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah swt, dan diampuni dosa-dosa nya dimasa lau&#8221;</p>
<p>Pemerintah Arab Saudi telah melakukan segala persiapan untuk mengantisipasi meludaknya jamaah baik dari dalam maupun luar negeri. Penjagaan dan pengamanan dua Masjid Suci di Makkash telah dilakukan untuk memberi layanan kepada para tamu Allah.</p>
<p>Sekitar 4.500 polisi dikerahkan untuk menjaga ketertiban di kota itu. Sekitar 10.000 pekerja telah dikerahkan untuk menjaga kebersihan, dan kesucian masjid dan sekitarnya.</p>
<p>Sekitar 20.000 mesin pendingin air telah dipasang di berbagai sudut masjid untuk pasokan air minum para jamaah. Lalu lintas di Makkah berjalan lancar dan tidak ada laporan kecelakaan besar. Petugas keamanan khusus telah dikerahkan untuk menangkap para pencopet dan penjahat lainnya. Departemen Pertahanan Sipil bersiaga terus menerus, seperti unit pemadam kebakaran dan penyelamatan.</p>
<p>Semua kamar hotel dan apartemen di Makkah telah penuh terisi. Penjualan kasur kecil (matras) naik, mereka membeli untuk alas bagi yang tidak dapat masuk area Masjid. Karena tingginya permintaan, harga matras naik dari harga biasanya SR10 menjadi SR25.</p>
<p>Saudi Public Transport telah dioperasikan, untuk mengangkut jamaah dari tempat pusat parkir di daerah sekitar Makkah ke masjidil Haram dan sebaliknya. Alat transportasi itu menunai banyak keuntungan apalagi tarif juga naik menjadi SR90 untuk sekali pengantaran ke Masjidil Haram ke tempat parkir.</p>
<p>Pejabat Kota juga memeriksa rumah makanan cepat saji di sekitar Masjidil Haram untuk memastikan makanan mereka memenuhi persyaratan kebersihan.</p>
<p>Di Masjid Nabawi, sejumlah besar umat Islam mengikuti Sholat Taraweh dan  Qiyamullail. Masjid penuh sesak jamaah, sekitar 10.000 jamaah mengikuti etikaf di masjid yang berlokasi di Madinah ini.  <em>Sumber: Arabnews.  /Slamet Riyanto<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/06/jutaan-umat-islam-berkumpul-di-masjidil-haram-mencari-lailatul-qadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ojek Sepeda Motor di Makkah Laku Keras selama Ramadhan</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/03/ojek-sepeda-motor-di-makkah-laku-keras-selama-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/03/ojek-sepeda-motor-di-makkah-laku-keras-selama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 08:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3040</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH&#8211;Perjalanan ke Masjidil Haram untuk menjalankan shalat lima waktu selama bulan ramadhan perlu sebuah perjuangan. Selama ramadhan jalan-jalan kota di makkah penuh sesak, cara terbaik untuk mencapai Masjidil Haram adalah menggunakan sepeda motor yang dapat menembus kepadatan lalu lintas dan dapat melalui gang-gang sempit. Fenomena ojek sepeda motor untuk mengantar para jamaah dari dan ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAKKAH&#8211;Perjalanan ke Masjidil Haram untuk menjalankan shalat lima waktu selama bulan ramadhan perlu sebuah perjuangan.</p>
<p>Selama ramadhan jalan-jalan kota di makkah penuh sesak, cara terbaik untuk mencapai Masjidil Haram adalah menggunakan sepeda motor yang dapat menembus kepadatan lalu lintas dan dapat melalui gang-gang sempit.</p>
<p>Fenomena ojek sepeda motor untuk mengantar para jamaah dari dan ke Masjidil Haram ini telah menjadi bisnis baru bagi banyak orang di Makkah. Mereka dapat mengantongi hingga SR150 per hari.</p>
<p>Para pengojek biasanya berkumpul disekitar Masjidil Haram, mereka menawarkan jasa pengantaran dengan sepeda motornya.</p>
<p>Ali Jameel adalah seorang pedagang yang memiliki toko di daerah Ajyad dekat Masjidil Haram. Kepada Arab News ia mengatakan bahwa sejak awal Ramadan dia akan memarkir mobilnya di daerah Al-Jin Mahbas, untuk menuju tokonya di dekat Masjidil Haram akan menggunakan angkutan umum dengan membayar SR5.</p>
<p>&#8220;Ini tidak masalah sampai pertengahan bulan Ramadan, setelah itu kemacetan akan terjadi dan menyulitkan mobil kecil untuk dapat mendekati Masjidil Haram,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan perjalanan dengan sepeda motor. Setiap hari para pengojek terus menaikkan tarifnya hingga SR 30 dari sebelumnya SR10 sejak awal bulan puasa.&#8221;</p>
<p>Jameel berpendapat tarif akan terus naik selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dimana banyak jamaah dari dalam dan luar kota Makkah yang berdatangan ke Masjidil Haram.</p>
<p>&#8220;Saya tidak memiliki pilihan. Saya harus membayar tarif berapapun tingginya. Ini adalah satu-satunya cara saya bisa mencapai toko saya dan kembali lagi ke mobil saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Mutassim Rizq, seorang jamaah yang mendengarkan percakapan Arab News &#8216;dengan Jameel di halaman Masjidil Haram, juga berbagi pengalaman.</p>
<p>Dia bilang, dia datang dari Jeddah dan memarkir mobilnya di lapangan parkir Al-Rusaifah. Dari sana dia menggunakan jasa ojek sepeda motor untuk mengantarkan ke Masjidil Haram dan sekaligus menjemputnya untuk kembali ke mobilnya.</p>
<p>&#8220;Saya harus membayar SR55 untuk perjalanan pergi pulang ke Masjidil Haram dari tempat parkir kendaraannya. Saya sekarang sedang menunggu untuk dijemput, dan membayarnya setengah saya sampai ke mobil saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Hassan Youssef, jamaah lainnya, dia datang dari Taif dan memarkir mobil di lapangan parkir Al-Sharaia. Dari sana dia naik angkutan umum ke Masjidil Haram, tetapi ketika tiba di daerah Al-Hijoun terhenti karena padatnya lalu lintas.</p>
<p>&#8220;Saya pikir saya akan berjalan sepanjang jalan ke Masjidil Haram, tapi orang-orang mengatakan bahwa itu terlalu jauh. Mereka menyarankan saya untuk naik ojek sepeda motor saja.</p>
<p>&#8220;Saya harus membayar SR25, dan ini adalah pengalaman saya pertama kali dalam hidup saya naik sepeda motor. Dia meminta saya untuk tidak takut dan memegang erat-erat.. Saya lakukan apa yang dia minta sampai saya tiba dengan aman di Masjidil Haram. &#8221;</p>
<p>Abu Hilal, yang memiliki sepeda motor, mengatakan selama bulan Ramadhan ia dapat mengumpulkan uang lebih dari SR2.700.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan sarana transportasi yang baik bagi jamaah ke dan dari Masjidil Haram. Saya membuat mereka lebih nyaman,&#8221; katanya.</p>
<p>Muhammad Kano, adalah salah seorang yang dapat memberdayakan sepeda motor selama musim puncak di Makkah. Ia memulai usaha ini sekitar empat tahun yang lalu. Dia kini memiliki sembilan sepeda motor. Dia membeli motor bekas pakai seharga SR500 setiap motornya. Dan motor-motor itu diojekkan dengan membayar pengojeknya sebesar SR1,000 pada akhir bulan.</p>
<p>&#8220;Saya dapat memperoleh keuntungan SR 500 untuk setiap motornya, dan SR 4.500 untuk sembilan motor,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kata Kano, ojek sepeda motor adalah sarana transportasi terbaik untuk mengangkut para jamaah, dan ini adalah  bisnis yang baik di Makkah, khususnya selama bulan Ramadan ketika mobil dilarang masuk disekitar Masjidil Haram. Sumber : Arabnews  /Slamet Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/09/03/ojek-sepeda-motor-di-makkah-laku-keras-selama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

