<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Kesehatan Haji</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/tag/kesehatan-haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 07:31:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pemulangan Berakhir, PPIH Tetap Jamin Rawat Jamaah Sakit</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/12/08/pemulangan-berakhir-ppih-tetap-jamin-rawat-jamaah-sakit/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/12/08/pemulangan-berakhir-ppih-tetap-jamin-rawat-jamaah-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 03:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=4556</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH&#8211;Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berkomitmen memberikan layanan kesehatan optimal kepada jamaah yang sakit di Tanah Suci. Jika hingga masa pemulangan jamaah berakhir 20 Desember mendatang masih ada jamaah sakit, PPIH akan tetap memberikan perawatan. &#8220;Seluruh pasien yang memang masih sakit berat kita rawat, untuk itu keluarga jamaah tak perlu khawatir,&#8221; ujar Wakil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2045" title="jemaahsakit1" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/jemaahsakit1.jpg" alt="" width="325" height="216" />JEDDAH&#8211;Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berkomitmen memberikan layanan kesehatan optimal kepada jamaah yang sakit di Tanah Suci. Jika hingga masa pemulangan jamaah berakhir 20 Desember mendatang masih ada jamaah sakit, PPIH akan tetap memberikan perawatan. &#8220;Seluruh pasien yang memang masih sakit berat kita rawat, untuk itu keluarga jamaah tak perlu khawatir,&#8221; ujar Wakil Kepala Daker Jeddah dr Eka Yusup Singka, Selasa (7/12).</p>
<p>Lantaran masa pelaksanaan haji sudah berakhir, kata dr Eka, maka perawatan jamaah tersebut tidak dilakukan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), tetapi dialihkan di rumah sakit di Arab Saudi. Biaya perawatan pasien juga tetap akan digratiskan seperti halnya sebelum habis masa pelaksanaan haji. Pada masa pelaksanaan haji, biaya perawatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah Arab Saudi.</p>
<p>Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selalu saja ada jamaah yang terpaksa ditinggal di Arab Saudi meski masa pemulangan berakhir. Jamaah yang ditinggal itu lantaran sakit berat atau harus menjalani operasi. Penundaaan pemulangan ini, kata dr Eka, lebih baik daripada dipulangkan dengan kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa. &#8220;Mereka akan tetap dipulangkan hingga kondisinya layak terbang.&#8221; Hingga kini masih ada puluhan jamaah yang dirawat di BPHI baik di Mekkah, Jeddah maupun Madinah.</p>
<p>Dia mengakui perawatan di rumah sakit Arab Saudi memang kurang senyaman di Indonesia karena tidak bisa ditunggui terus menerus oleh keluarganya atau petugas. Apalagi, usai pemulangan berakhir, jumlah petugas juga kian terbatas. Namun demikian, beberapa petugas kesehatan akan menunda kepulangan hingga seluruh pasien benar-benar layak untuk dipulangkan.</p>
<p>Selama di rumah sakit, PPIH juga meminta bantuan beberapa perawat asal Indonesia untuk memantau pasien. Perawatan usai masa pemulangan biasanya dilakukan di rumah sakit di Jeddah maupun Madinah. Guna memberikan kepastian masa pemulangan, PPIH juga akan selalu berkomunikasi langsung dengan keluarga jamaah. &#8220;Kebetulan usai masa pemulangan nanti, yang bertanggung jawab terhadap pasien adalah saya langsung, sehingga keluarga bisa menghubungi saya,&#8221; ujar Kabid Peningkatan Kesehatan dan Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan ini. mch /Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/12/08/pemulangan-berakhir-ppih-tetap-jamin-rawat-jamaah-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaah Sakit Bisa Dipulangkan Dini</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/25/jamaah-sakit-bisa-dipulangkan-dini/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/25/jamaah-sakit-bisa-dipulangkan-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 02:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=4463</guid>
		<description><![CDATA[MADINAH&#8211;Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah menyiapkan sejumlah hal termasuk perawatan bagi jamaah di gelombang dua yang akan masuk ke Madinah, Jumat 26 November. 50 bed perawatan sudah disiapkan BPHI. &#8220;Kita sudah siap baik rawat jalan maupun inap. Bagi jamaah yang rawat inap sudah disiapkan juga ada sekira 50 bed,&#8221; kata Kepala BPHI Madinah, dr [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4464" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-4464" title="BPIH-Madinah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2010/11/BPIH-Madinah.jpg" alt="" width="350" height="232" /><p class="wp-caption-text">Ruang perawatan Jemaah di BPHI Madinah (mch)</p></div>
<p>MADINAH&#8211;Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah menyiapkan sejumlah hal termasuk perawatan bagi jamaah di gelombang dua yang akan masuk ke Madinah, Jumat 26 November. 50 bed perawatan sudah disiapkan BPHI.</p>
<p>&#8220;Kita sudah siap baik rawat jalan maupun inap. Bagi jamaah yang rawat inap sudah disiapkan juga ada sekira 50 bed,&#8221; kata Kepala BPHI Madinah, dr Subagyo saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Madinah, Rabu (24/11/2010).</p>
<p>Selain itu, kata Subagyo, pihaknya juga menyiapkan pemulangan dini bagi jamaah yang kemungkinan penyakitnya akan sembuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi jamaah tersebut tidak harus menunggu teman satu kloternya kembali ke Tanah Air.</p>
<p>&#8220;Itu namanya tanazul dipercepat pulang dini dan kita antar hingga embarkasi asal jamaah,&#8221; ujar Subagyo.</p>
<p>Namun sebelum dilakukan tanazul, jamaah yang sakit akan terlebih dahulu dirujuk ke RS King Fahd Madinah untuk melakukan perawatan lanjutan. Namun, jika di King Fahd masih belum menunjukkan perbaikan maka bisa dilakukan tanazul.</p>
<p>&#8220;Itu akan dilihat dari indikasi yang ada. Sehingga jamaah tidak dipaksakan untuk arbain,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sampai saat ini sudah terdapat beberapa jamaah yang melakukan rawat jalan di BPHI Madinah. Mereka rata-rata mengeluhkan penyakit gangguan pernapasan ringan hingga akut. Namun, jamaah yang tiba masih merupakan jamaah ONH Plus.</p>
<p>Sedangkan bagi jamaah reguler, baru akan tiba pada Jumat 26 November pagi waktu Saudi. Jamaah melakukan arbain di Nabawi selama sembilan hari hingga menunggu waktu pemulangan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA). mch /Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/25/jamaah-sakit-bisa-dipulangkan-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20.000 Tenaga Kesehatan Siap Melayani Jamaah Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/11/20-000-tenaga-kesehatan-siap-melayani-jamaah-haji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/11/20-000-tenaga-kesehatan-siap-melayani-jamaah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 03:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=4121</guid>
		<description><![CDATA[RIYADH&#8211;Departemen Kesehatan Arab Saudi telah mengerahkan lebih dari 17.000 petugas kesehatan di Makkah, Madinah dan pelabuhan masuk di wilayah barat untuk melayani calon jamaah haji tahun ini, jurubicara kementerian Khaled Al-Mirghalani mengatakan kepada Arab News Rabu. Sebanyak 5.930 petugas kesehatan telah ditempatkan di Makkah, 12.078 di Madinah dan 1.229 di pelabuhan masuk. Tenaga tersebut meliputi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RIYADH&#8211;Departemen Kesehatan Arab Saudi telah mengerahkan lebih dari 17.000 petugas kesehatan di Makkah, Madinah dan pelabuhan masuk di wilayah barat untuk melayani calon jamaah haji tahun ini, jurubicara kementerian Khaled Al-Mirghalani mengatakan kepada Arab News Rabu.</p>
<p>Sebanyak 5.930 petugas kesehatan telah ditempatkan di Makkah, 12.078 di Madinah dan 1.229 di pelabuhan masuk. Tenaga tersebut meliputi konsultan, spesialis, dokter umum, apoteker, teknisi, perawat, staf administrasi dan driver.</p>
<p>&#8220;Petugas juga melakukan vaksinasi meningitis, setiap jamaah harus membawa peralatan obat sederhana,&#8221; saran seorang pejabat pelayanan kesehatan.</p>
<p>Dia menambahkan bahwa para pemimpin kelompok haji harus melihat bahwa mereka memiliki peralatan obat-obat sederhana serta P3K untuk kebutuhan pertolongan pertama di kendaraan mereka.</p>
<p>Dijelaskan isi peralatan obat sederhana, kata pejabat itu: &#8220;Pertama, mereka harus membawa obat yang diperlukan dalam kasus seperti penyakit mendadak dingin, demam, alergi kulit, kram otot dan gangguan perut Mereka termasuk parasetamol, sirup obat batuk, krim kulit, salep antiseptik, dan lain-lain&#8221;</p>
<p>Selain itu para jamaah juga harus membawa obat-obatan yang telah dikonsumsi secara rutin terkait dengan penyakitnya, seperti diabetes, hipertensi dan asma yang telah direkomendasikan oleh dokter mereka masing-masing. Arabnews/Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/11/20-000-tenaga-kesehatan-siap-melayani-jamaah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan Musim Picu Timbulnya Penyakit pada Calon Jamaah Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/04/perubahan-musim-picu-timbulnya-penyakit-pada-calon-jamaah-haji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/04/perubahan-musim-picu-timbulnya-penyakit-pada-calon-jamaah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 07:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3986</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH&#8211;Jamaah diharapkan memperhatikan potensi penyakit yang bakal muncul seiring perubahan musim yang terjadi di tanah suci, Mekkah dewasa ini. &#8220;Potensi penyakit yang bakal muncul dalam perubahan musim tersebut umumnya inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA), batuk, pilek dan demam,&#8221; kata Pelaksana Penghubung Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Ramond Andrias, di Mekkah, Rabu. Untuk itu jamaah harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3987" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-3987" title="Haji-Sakit-02" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2010/11/Haji-Sakit-02.jpg" alt="" width="350" height="262" /><p class="wp-caption-text">Tim Kesehatan Haji merawat jamaah haji yang sakit di Balai Pengobatan Haji Indonesia (mch)</p></div>
<p>MAKKAH&#8211;Jamaah diharapkan memperhatikan potensi penyakit yang bakal muncul seiring perubahan musim yang terjadi di tanah suci, Mekkah dewasa ini. &#8220;Potensi penyakit yang bakal muncul dalam perubahan musim tersebut umumnya inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA), batuk, pilek dan demam,&#8221; kata Pelaksana Penghubung Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Ramond Andrias, di Mekkah, Rabu.</p>
<p>Untuk itu jamaah harus benar-benar memperhatikan potensi penyakit yang bakal dialaminya tersebut. &#8220;Waspadai resiko berbagai penyakit saat perubahan musim dari panas ke dingin di kota Mekkah. Sebab, resiko penyakit akan mudah datang saat pancaroba ini,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Ramond Andrias mengungkapkan suhu di Mekkah saat ini mencapai 33 derajat celcius dengan kelembaban 49 persen dan kecepatan angin mulai meningkat menjadi 8,05 dari sebelumnya 2,04.</p>
<p>Ia berharap jamaah betul-betul menjaga kesehatannya. Perubahan musim biasanya diikuti banyak orang yang jatuh sakit.</p>
<p>Ramond juga mengimbau kepada jamaah agar mengurangi aktivitas untuk keluar dari pemondokan. Sebaiknya jamaah banyak beristirahat hingga memasuki puncak haji saat wukuf di Arafah. &#8220;Sebaiknya jika pada sore atau malam hari. Jangan lupa juga jamaah harus istirahat, makan dan banyak minum air putih,&#8221; katanya.</p>
<p>Ramond berharap pula jamaah mempersiapkan pakaian hangat untuk menghadapi musim dingin. Bagi jamaah haji yang masuk kelompok risiko tinggi karena usia maupun riwayat penyakit diharapkan membawa obat-obatan pribadi, sesuai petunjuk dokter. Ant /Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/04/perubahan-musim-picu-timbulnya-penyakit-pada-calon-jamaah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Calhaj Asal Bulukumba Terkena Stroke</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/04/seorang-calhaj-asal-bulukumba-terkena-stroke/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/04/seorang-calhaj-asal-bulukumba-terkena-stroke/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 07:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3979</guid>
		<description><![CDATA[MAKASSAR&#8211;Seorang calon haji asal Kabupaten Bulukumba, Sonseng Tane Pagu, yang tergabung dalam kloter 33 tiba-tiba terkena stroke saat tiba di asrama Haji Sudiang. &#8220;Sesaat setelah tiba di asrama Haji Sudiang, penyakit stroke yang pernah dideritanya ternyata kambuh lagi,&#8221; ungkap Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, dr Irwan, di Makassar, Rabu. Karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR&#8211;Seorang calon haji asal Kabupaten Bulukumba, Sonseng Tane Pagu, yang tergabung dalam kloter 33 tiba-tiba terkena stroke saat tiba di asrama Haji Sudiang. &#8220;Sesaat setelah tiba di asrama Haji Sudiang, penyakit stroke yang pernah dideritanya ternyata kambuh lagi,&#8221; ungkap Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, dr Irwan, di Makassar, Rabu.</p>
<p>Karena itulah, Sonseng langsung dilarikan ke poliklinik untuk mendapatkan perawatan. Kondisi Sonseng sempat terlihat kritis, karena kondisi tubuhnya lumpuh dan tidak bisa berjalan. &#8220;Bahkan, saat ditanya, Sonseng tidak bisa menyebutkan lagi namanya dengan jelas,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Beruntung, kata dia, kondisi Sonseng saat ini sudah melewati masa krisis setelah mendapat perawatan dan juga beristirahat di poliklinik. Meskipun begitu, kondisi Sonseng saat ini masih tidak dapat berjalan, sehingga masih membutuhkan bantuan kursi roda. &#8220;Sebenarnya ia masih bisa diberangkatkan ke Tanah Suci selama ada pihak keluarga yang membantunya selama berada di sana,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dari informasi yang diperoleh, Sonseng rencananya berangkat ke Mwkkah bersama dengan tujuh orang kerabat, yakni anak, menantu dan istri. &#8220;Kalau seperti itu, ia masih bisa berangkat karena ada keluarga yang pasti membantu selama di Tanah Suci. Itu pun jika kondisinya hingga besok tidak bertambah parah,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Informasi dari pihak keluarga Sonseng juga mengatakan bahwa penyakit ini sudah mulai dialaminya sejak dua tahun lalu, dan setelah pendaftaran Calhaj penyakit tersebut mulai kambuh. Ant/Yanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/04/seorang-calhaj-asal-bulukumba-terkena-stroke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakit, Seorang Calon Haji Diturunkan dari Pesawat</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/10/21/sakit-seorang-calon-haji-diturunkan-dari-pesawat/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/10/21/sakit-seorang-calon-haji-diturunkan-dari-pesawat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 08:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal pemberangkatan haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3511</guid>
		<description><![CDATA[RIAU&#8211; Seorang calon haji asal Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, terpaksa diturunkan dari pesawat dan batal berangkat ke Tanah Suci karena sakit. &#8220;Memang awalnya dia sudah tahu jika kondisinya sakit, tapi semangatnya tinggi, ternyata sudah di dalam pesawat tidak tahan lagi akhirnya diturunkan dari pesawat dan batal berangkat,&#8221; kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rohul, Ahmad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RIAU&#8211; Seorang calon haji asal Kabupaten  Rokan Hulu, Provinsi Riau, terpaksa diturunkan dari pesawat dan batal  berangkat ke Tanah Suci karena sakit. &#8220;Memang awalnya dia sudah  tahu jika kondisinya sakit, tapi semangatnya tinggi, ternyata sudah di  dalam pesawat tidak tahan lagi akhirnya diturunkan dari pesawat dan  batal berangkat,&#8221; kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rohul, Ahmad  Supardi Hasibuan, saat dihubungi via telefon dari Pasir Pengaraian,  Kamis.</p>
<p>Dia menjelaskan, salah satu calhaj yang batal berangkat  itu bernama sobirin, calon haji asal Kecamatan IV Koto yang diduga  menderita sakit jantung. &#8220;Seharusnya Sobirin diberangkatkan bersama calhaj lainya pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (Wib) tadi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Katanya, akhirnya Sobirin itu langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Pasir Pengaraian untuk mendapat perawatan. &#8220;Dalam penerbangan dari bandara Tuanku Tambuasai Rohul menuju Embarkasi  Batam sejak dua hari terakhir sudah terdapat tiga calhaj yang batal  berangkat karena mendadak sakit, termasuk Sobirin,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ahmad Supardi Hasibuan mengatakan, ketiga calhaj yang batal berangkat  itu akan diperioritaskan pada pemberangkatan 2011 mendatang, karena  mereka tidak meminta pengembalian Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji  (BPIH) yang telah dilunasinya.</p>
<p>Lanjut dia, saat ini seluruh calhaj Rohul sudah berada di asrama haji,  Batam, dan sedang beristirahat. Kemudaian nanti malam akan dilakukan  pembagian paspor karena Jum`at padi pukul 10.00 wib akan diberangkatkan.</p>
<p>Rencananya calhaj Rohul yang akan diberangkatkan ketanah suci  sebanyak 532 orang, tapi karena tiga orang lainnya batal maka hanya  tinggal 529 orang. &#8220;Kita berharap seluruh calhaj yang akan diberangkatkan besok pagi dalam  keadaan sehat wal afiat hingga selesai menuniakan ibadah haji dan  kembali ke-Rohul,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/10/21/sakit-seorang-calon-haji-diturunkan-dari-pesawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jemaah Safari Wukuf 153 Orang</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/24/jemaah-safari-wukuf-153-orang/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/24/jemaah-safari-wukuf-153-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2043</guid>
		<description><![CDATA[MEKKAH&#8211;Sebanyak 153 calon haji (calhaj) asal Indonesia yang sakit akan disertakan dalam safari wukuf. Mereka yang saat ini ada di Balai pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekah akan diangkut dengan ambulans, coaste dan bus menuju Arafah pada hari wukuf, Kamis 26 November pagi. &#8220;Wukuf merupakan salah satu syarat sah-nya haji, seluruh jemaah harus melaksanakannya termasuk jemaah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2045" title="jemaahsakit1" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/jemaahsakit1.jpg" alt="jemaahsakit1" width="325" height="216" />MEKKAH&#8211;Sebanyak 153 calon haji (calhaj) asal Indonesia yang sakit akan disertakan dalam safari wukuf. Mereka yang saat ini ada di Balai pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekah akan diangkut dengan ambulans, coaste dan bus menuju Arafah pada hari wukuf, Kamis 26 November pagi.</p>
<p>&#8220;Wukuf merupakan salah satu syarat sah-nya haji, seluruh jemaah harus melaksanakannya termasuk jemaah sakit. Safari wukuf merupakan wukuf khusus untuk jemaah sakit,&#8221; ujar Penanggungjawab Safari Wukuf , Supardi, Selasa (24/11) di Mekah.</p>
<p>Supardi menerangkan, peserta safari wukuf adalah jemaah sakit yang berdasar pertimbangan medis kondisinya tidak memungkinkan untuk menalani wukuf biasa. Pendataan terhadap peserta safari wukuf terus dilakukan. Hingga saat ini tercatat ada 153 jemaah sakit yang akan disertakan dalam safari wukuf.</p>
<p>&#8220;Teknis pelaksanaannya, mereka akan dimandikan lebih dulu, kemudian dibantu mengenakan kain ihram dan diangkut menuju Arafah pada hari wukuf. Setelah singgah sebentar di Arafah, mereka akan diangkut kembali ke BPHI. Pelaksanaan lontar jamarat di Mina diwakilkan,&#8221; jelas Supardi.</p>
<p>Jemaah yang tidak memungkinkan untuk duduk (jemaah baring), akan diangkut dengan ambulans. Sejauh ini ada 16 ambulans yang disiapkan. Masing-masing bisa mengangkut dua jemaah baring. Ada juga mobil coaster yang tempat duduknya diganti dengan kasur-kasur sehingga bisa digunakan untuk mengankut jemaah baring dengan kapasitas 3 jemaah per coaster.</p>
<p>Sedang untuk jemaah yang kondisinya memungkinkan untuk duduk, diangkut menggunakan bus. Khusus untuk jemaah pasien sakit kejiwaan lebih dulu diberi obat penenang. Mereka akan dikelompokkan dalam kendaraan tersendiri.</p>
<p>Setiap kendaraan safari wukuf akan disertai petugas pembimbing ibadah haji yang melafalkan doa-doa mulai dari perjalanan hingga saat pelaksanaan wukuf. &#8220;Petugas-petugas pembimbing ibadah akan melafalkan doa-doa dibantu alat pengeras sehingga bisa didengar oleh jemaah peserta safari wukuf. Mereka akan memastikan jemaah memenuhi syarat sahnya wukuf,&#8221; imbuh Supardi. mch/yto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/24/jemaah-safari-wukuf-153-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebelum Wukuf Kesehatan Jemaah Diperiksa Ulang</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/11/sebelum-wukuf-kesehatan-jemaah-diperiksa-ulang/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/11/sebelum-wukuf-kesehatan-jemaah-diperiksa-ulang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 03:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=1791</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH&#8211;Tim Kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPIH) bekerja sama dengan dokter kelompok terbang masing-masing jemaah calon haji, akan memeriksa ulang kesehatan para jemaah calon haji yang akan melakukan &#8220;wukuf&#8221; di Padang Arafah, pada 9 Zulhijah (26 November). &#8220;Kita minta seluruh dokter kloter melaporkan pasiennya yang tidak bisa ikut safari ke Arafah,&#8221; kata Wakil Ketua Panitia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-351" title="h-114" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/05/h-114-300x198.jpg" alt="h-114" width="300" height="198" />JEDDAH&#8211;Tim Kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPIH) bekerja sama dengan dokter kelompok terbang masing-masing jemaah calon haji, akan memeriksa ulang kesehatan para jemaah calon haji yang akan melakukan &#8220;wukuf&#8221; di Padang Arafah, pada 9 Zulhijah (26 November). &#8220;Kita minta seluruh dokter kloter melaporkan pasiennya yang tidak bisa ikut safari ke Arafah,&#8221; kata Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (IPPIH) dr Barita Sitompul di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPIH) Mekah, Selasa waktu setempat.</p>
<p>Hitungan &#8220;wukuf&#8221; di Padang Arafah dimulai saat matahari mulai tergelincir dari pukul 12:00 siang pada 9 Zulhijah, mabit di Muzdalifah dan kemudian keesokan harinya (10 Zulhijah) jemaah melontar &#8220;Jumrah Aqaba&#8221; di Mina dan tiga hari berturut-turut setelah itu (disebut hari Tasyrik) jemaah melempar jumrah &#8220;Wusta&#8221;, &#8220;Ula&#8221; dan &#8220;Aqabah&#8221;. &#8220;Wukuf&#8221; adalah salah satu prosesi haji yang berarti introspeksi atau mengheningkan diri, sedangkan &#8220;mabit&#8221; berarti berhenti sejenak di Muzdalifah untuk mengumpulkan batu, sementara melempar &#8220;jumrah&#8221; adalah prosesi untuk mengingatkan saat Nabi Ibrahim digoda setan supaya tidak mematuhi perintah Allah menyembelih anaknya, Ismail.</p>
<p>BPIH lanjut dr Barita, tidak memilki fasilitas kesehatan di Padang Arafah, sehingga untuk mengantisipasi jika ada jemaah yang harus dirujuk di rumah sakit, pihaknya bekerja sama dengan rumah-rumah sakit Arab Saudi yang ada di Arafah maupun Mekkah.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan terhadap jemaah calon haji akan diulang lagi pada hari ketiga menjelang wukuf, guna memastikan apakah calhaj yang sedang dirawat bisa mengikuti prosesi wukuf dan melempar jumrah. &#8220;Menjelang hari &#8221;H&#8221;, kadang-kadang ada pasien yang sembuh, tetapi ada juga pasien baru,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dr Barita sekali lagi mengingatkan lagi pada calon haji untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, menjaga kesehatan dengan banyak minum, makan teratur dan melakukan olah raga ringan.</p>
<p>Dari sekitar 123.000 calhaj yang sudah berada di Arab Saudi saat ini, tercatat 150-an calhaj yang berobat jalan di klinik BPIH Jeddah, Mekkah atau Madinah, beberapa dirujuk di rumah-rumah sakit di Jeddah, Madinah dan Mekah dan 24 orang wafat, 18 orang di antaranya akibat penyakit berkaitan dengan fungsi jantung. Ant/yto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/11/sebelum-wukuf-kesehatan-jemaah-diperiksa-ulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemantauan Kesehatan Calon Jemaah Haji Diperketat</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/10/09/pemantauan-kesehatan-calon-jemaah-haji-diperketat/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/10/09/pemantauan-kesehatan-calon-jemaah-haji-diperketat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 02:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH&#8211;Pemerintah memperketat pemantauan kesehatan calon jemaah yang tahun ini akan menunaikan ibadah haji untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada jemaah selama berada di tanah suci. Saat meninjau persiapan petugas di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh di Kecamatan Bandar Baru, Rabu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-426" title="h-125" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/05/h-125-300x204.jpg" alt="h-125" width="300" height="204" />BANDA ACEH&#8211;Pemerintah memperketat pemantauan kesehatan calon jemaah yang tahun ini akan menunaikan ibadah haji untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada jemaah selama berada di tanah suci.</p>
<p>Saat meninjau persiapan petugas di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh di Kecamatan Bandar Baru, Rabu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan mulai tahun ini pemeriksaan kesehatan calon jemaah dilakukan berlapis.</p>
<p>Calon jemaah yang sudah diminta menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh usai melunasi ongkos naik haji, kata dia, status kesehatannya akan kembali diperiksa saat berada di asrama haji dan sebelum meninggalkan tanah air. &#8220;Untuk haji juga kita berlakukan &#8221;exit screening&#8221;, ini kebijakan baru. Kalau ada yang demam atau flu akan ditunda keberangkatannya sampai keadaannya membaik,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, pemerintah menerapkan kebijakan itu karena pemerintah Arab Saudi menghendaki semua calon jemaah yang masuk ke negaranya tidak berisiko terserang influenza A H1N1 jenis baru. &#8220;Ada pemberitahuan dari Departemen Luar Negeri mengenai nota diplomatik pemerintah Arab Saudi menyangkut masalah itu,&#8221; kata Tjandra yang pada kesempatan itu juga meninjau persiapan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam memberikan pelayanan bagi calon jemaah haji.</p>
<p>Tjandra menambahkan, melalui nota diplomatik tersebut pemerintah Arab Saudi juga meminta seluruh calon jemaah haji melakukan vaksinasi influenza. &#8220;Sebelumnya hanya vaksinasi meningitis yang diwajibkan tapi tahun ini ditambah vaksinasi influensa. Jadi kita tiba-tiba harus mencari uang lebih dari Rp20 miliar untuk pengadaan vaksin karena ada permintaan mendadak dari mereka,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, calon jemaah haji sebaiknya melakukan vaksinasi influenza dan meningitis paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksinasi meningitis diperlukan untuk mencegah penularan penyakit radang otak yang merupakan penyakit endemis di negara itu. Ant/yto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/10/09/pemantauan-kesehatan-calon-jemaah-haji-diperketat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

