ONH Biasa vs ONH Plus
11 June 2009 | Kategori: Tips
Dalam menentukan pelayanan yang diinginkan untuk berangkat berhaji terdapat banyak pilihan yang dapat dipilih oleh para calon jamah haji. Dari mulai segi waktu keberangkatan ada yang berada di Tanah Suci selama enam hari ada pula yang mencapai satu bulan. Dari segi fasilitas ada yang mempersipakan sendiri makanan dan hotel yang diperlukan tapi ada pula yang segala keperluan untuk berhaji telah diurus oleh biro perjalanan haji yang bersangkutan.
Terdapat jenis-jenis paket yang bisa dijadikan pilihan bagi calon jamah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, antara lain, paket ONH Biasa, ONH Plus, dan ada pula ONH Semi Plus. Para jamaah haji yang ingin berangkat berhaji perlu memahami keunggulan dan kekurangan masing-masing paket yang ditawarkan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan jamaah selama beribadah di Tanah Suci. ”Tiap-tiap jenis ONH biasanya memiliki perbedaan pada bidang pelayanannya,” ujar Ustadz Matyoto Fahruri, pembimbing haji pada pengajian Manasik Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kabupaten Boyolali.
Menurutnya, pada ONH yang standar fasilitas dan pelayanan yang diberikan juga biasa saja. ”Letak hotel mungkin lebih jauh dibandingkan dengan yang ONH Plus. Makanan juga kita biasanya harus mencarinya sendiri,” ujarnya.
Sedangkan, pada ONH yang Plus, kata Fahruri, pelayanan dan akomodasi yang diberikan lebih nyaman dan mempermudah jamaah dalam beribadah. Letak hotel lebih dekat ke tempat ibadah. Misalnya, hotel berada di pinggir Masjidil Haram sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk menuju ke sana. Urusan makanan pun biasanya jamaah tidak perlu lagi direpotkan dengan hal tersebut karena segala sesuatunya telah diurus oleh biro haji.
Fahruri menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam menjalankan ibadah haji pada kedua jenis ONH tersebut. ”Jarak dari penginapan dan fasilitas saja yang berbeda tapi jenis ONH tidak mempengaruhi kemabruran haji seseoirang. Bisa saja ONH yang dipilih biasa (reguler), tapi ibadahnya lebih maksimal dibandingkan dengan yang plus,” jelasnya.
Ustadz Bobby Herwibowo Lc, anggota Dewan Pengawas Syariah Baznas Dompet Dhuafa Republika mengatakan, pada pilihan-pilihan ONH yang ada, hanya fasilitas dari masing-masing ONH yang membedakannya. ”Belum tentu pada orang yang berhaji dengan ONH Plus lebih mudah untuk mendapatkan kemabruran. Justru terkadang ONH Plus ini kerap dijadikan ajang untuk pamer. Hal inilah yang menghalangi tercapainya kemabruran,” ujarnya.
Pada pengguna ONH yang biasa, lanjut Bobby, jamaah yang berangkat haji tetap akan mendapatkan tausiyah dan mendapatkan bimbingan dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Dengan jumlah hari yang lebih lama pada jamaah dengan ONH yang biasa, maka para jamaah sebenarnya dapat lebih memaksimalkan ibadahnya dibandingkan dengan jamaah yang menggunakan ONH Plus yang hanya berada di Tanah Suci selama lebih kurang enam hari.
Lantas manakah yang sebaiknya dijadikan pilihan bagi para jamaah yang akan berangkat haji? Menurut Fahruri dan Bobby, hal tersebut dikembalikan lagi kepada pertimbangan dan kemampuan tiap jamaah yang ingin berangkat ke Tanah Suci. Tapi, yang terpenting adalah melakukan persiapan fisik, mental, ilmu haji dan finansial yang memadai untuk dapat menunaikan beribadah haji dengan maksimal. ci2/Slamet Riyanto






Bismillah. Para pengelola ibadah haji Yth.
Saya saran untuk peningkatan pelayanan ONH biasa agar tidak kalah dengan ONH plus.Pertama Niat IKhlas krn ALLAH dan berpikir bahwa hanya ALLAH mereka bisa melayani tamu-tamu Allah yang beribadah haji,berarti dia menjadi “pelayan”Nya Allah dan harusnya mereka bersukur terpilih menjadi Pelayan Allah,bukankah Raja Saudi saja sangat bangga menjadi “Pelayan” dua kota suci.Jadi berilah yang terbaik dalam melayani jamaah haji.
Untuk tempat pondokan usahakan dekat dgn Masjid dan tidak perlu memakai kendaraan krn jika jamaah dlm jumlah besar sulit skali untuk diatur pada waktu naik mobil terutama kasihan untuk wanita & orang tua jika berebutan naik.memang harga pasti lebih mahal jika pondokan dekat masjid tetapi seharusnya bisa dinego dari jauh hari toh kita akan selalu setiap tahun akan memakai pondokan mereka jika saling menguntungkan demi kenyamanan jamaah haji menjalankan ibadah kemasjidil Haram ato Masjid Nabawi.
sekian dulu nanti diteruskan lagi Insha Allah.Syukran
Wassalam.Amri Rais
Assalamualaikum wrwb. ikhwan calhaj yg dimuliakan Allah… Salah satu syarat bila ingin ibadah Haji anda diterima Allah Swt, Ikutilah tata cara pelaksanaan ibadah Haji sesuai dengan contoh yang dilaksanakan Rasulullah saw sesuai sabdanya seperti yang dinyatakan dalam hadits ….Khudzuu ”anni manasikakum… “Ambillah/laksanakanlah ibadah haji/manasik haji seperti apa yang dilaksanakan haji Rasulullah saw…. hadits shahih. Selamat memilih yang sesuai dengan manasiknya Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam… Wallahu alam.
Assalamualaikum wr.wbr,
Saya belum pernah merasakan ONH Plus, tapi kalau saya disuruh pilih meski punya kelebihan uang saya akan pilih ONH Biasa saja. Waktu 40 hari bisa banyak kita gunakan untuk ibadah. Kebetulan kami termasuk gelombang 2 akhir sehingga ketika sudah banyak jamaah yang sudah kembali kami masih di Mekkah. Jika ingin mencium Hajaar Aswat berangkatlah jam 1 pagi, lakukan tawaf dan bismillah Insya Allah keinginan mencium Hajar Aswat terkabul. Ketika kita ribut2 soal makanan (2006) rombongan kami justru berlebihan makanan dan sebagian malah bisa dibagikan pada rombongan di tenda lain waktu di Mina. Jadi sudah dapat jatah makan masih dapat pengembalian uang pula. Ketika di Mina kalau tidak mau antri untuk mandi atau bab bangunlah jam 1 atau 2, mandi terasa lebih lapang tadak antri. Sebenarnya ONH biasa atau Plus bedanya hanya tipis sekali, yg beda banyak hanya besarnya biaya saja. kecuali kalau Anda memang waktunya terbatas. Selamat menjadi haji mahbrur wahai teman2ku . . .. .
ya, kalau diijinkan pergi haji lagi, saya insyaAllah memilih ONH biasa (walau uangnya ada untuk yg Plus) pertama, kita tinggal lebih lama di tanah suci, sejenak membebaskan diri dari rutinitas duniawi. Di samping itu, kita lebih mandiri, tidak tergantung dengan kbih & fasilitas plus yg disediakan. Mendengar dari pengalaman orang lain, biasanya jamaah haji ONH Plus inginnya dilayani dengan fasilitas plus-plus, shg KECEWA jika pelayanan yg didapatkannya kurang. Padahal kita ke sana khan menjadi TAMU Allah. Sebagai tamu, ya harusnya menyadari hal itu & jangan ingin seenaknya. Bukannya di mata Allah, kita semua sama?
Assalamu Alaikum, sy da rencana lagi pergi haji tapi tetap milih ONH reguler karena dengan reguler kita bisa berada diMekkah selama lebih kurang 20 hari di banding plus, Dengan waktu yang cukup lama saya bisa beribadah dengan tenang dan bisa Sholat berkali-kali dan Insya Allah bisa mendapat pahala yang lebih besar dibanding beribadah berkali-kali di tanah air,semoga tahun ini semua jemaah Haji Indonesia kembali menjadi Haji yang MABRUR amiiin!!!!!
Menurut pendapat kami memilih ONH reguler maupun ONH Plus tinggal disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Dan ini tidak akan mempengaruhi tingkat kemabrur-an ibadah haji kita. Adakalanya diantara kita ada yg lemah sehingga tidak tahan cuaca yg extrim di Masjidil haram sehingga ONH Plus lebih cocok karena singkatnya perjalanan ke Masjidil haram dan dekatnya hotel yg cuma beberapa ratus meter dari tempat ibadah.
Bagi yg berfisik kuat dan ingin berlama2 tinggal d Masjidil haram bisa memilih ONH reguler. Apalagi tingkat kemampuan ekonomi yg tidak memungkinkan memakai Biro perjalanan ONH Plus. ONH Reguler adalah pilihan yg tepat.
Semua kembali kepada niat dan keefektifan kekhusyuan ibadah masing2 individu mencapai ridha Allah.
Semoga bermanfaat.
menurut informasi yg sy dpt.. bila kita pake ONH plus, maka tidak perlu antri bertahun2 untuk berangkat haji.. beda dgn ONH biasa, harus menunggu/antri bbrp tahun utk berangkat apalgi taun ini rata2 antrian 5tahunan.. benarkah demikian..?? klo begitu kyknya mending Onh plus, klo ada dananya…
seandainya sy bisa berangkat haji lagi insya Allah sy akan pakai ONH Plus, krn tdk hanya jarak yg dekat tapi krn setahu sy ONH Plus mengikuti cara haji spt yg dilakukan Rasulullah.tapi sungguh kendalanya adalah biaya yg sangat besar.
Dulu memang Pilih Haji Reguler/biasa lebih enak, itu dulu. tapi kl sekarang mah enak Haji Khusus/Plus. krn kondisi di dua tanah suci tersebut sudah tidak memungkinkan untuk haji reguler walau disana lebih lama dan katanya bisa lebih banyak ibadah, itukan dulu. sekarang mana mungkin….paling lebih banyak gerutu dan tidak ikhlasnya. kan jadi rusak ke-haji-an kita. yg reguler biasanya ke masjid bisa dihitung berapa kali krn jaraknya jauh. jadi kl bisa indonesia haji regulernya pake sistem Haji Plus aja. masa ga bisa….yg lain aja bisa. reguler tapi pelayanan Plus. itu yg kami mau. jangan Plus tapi pelayanan reguler, marah lah jamaah. hehehe…tinggal pemerintah mau atau ga mewujudkannya. indonesia emang aneh, haji aja pake ngantri. jujur aja bukan antri tapi dibuat antri. yg begini ini kelakuan yg mesti di buang jauh2.
coba deh…..sekarang tutup aja dulu pendaftaran haji reg. sampai pada tahun terakhir antri. kedepannya buka lg. kan jadi ga ngantri. gt maunya. jgn kuota dah padat di masukin terus yaaa gimana ga antri. kaya metromini aja, dah sesak masih aja bilang kosong. apa bedanya ama kenek kalo gt. di coba yah, kl ada kesulitan tanya pada ahlinya.ok
Kalau saya berangkat haji nanti Insya Allah lebih memilih ONH plus karena, bisa lebih singkat dan segera memulai aktivitas di rumah. Bukannya serakah cari rejeki, tapi hal itu memang diharuskan cari rejeki untuk anak istri dan sebagian dibagikan ke fakir miskin dan anak yatim. Tapi semua tergantung niat masing2, semoga menjadi haji mabrur semuanya Amiiin.
wah kalau orang yang sudah tua sekali baiknya ikut yang onh plus
Haji Plus atau Haji Reguler tergantung kemampuan. Yang penting adalah pelaksanaan kewajiban Ibadah Haji bagi siapa saja yg sudah memiliki kemampuan (baik fisik maupun finansial). Yang bermasalah adalah ketika seorang muslim sudah memiliki kualifikasi mampu tapi tdak bersegera untuk menunaikan Ibadah Haji. Umur tidak ada yang mampu memperkirakan, bagaimana pertanggungjawaban kepada Alloh atas kelalaian mensyukuri kelebihan nikmat yang diberikan Alloh kepadanya dengan mentaati perintah-perintahNya salah satunya perintah Haji tersebut. Akankah Alloh akan menerima semua alasan yang disampaikan bila ternyata memang penyebabnya adalah keengganan melaksanakan perintah Alloh sebagai refleksi kelemahan iman. Na’udzubillah min dzalik.
Tetapi tetaplah Haji Plus akan lebih memudahkan Jamaah Haji dalam melaksanakan proses Ibadah Haji ;pelayanan, fasilitas, hotel, konsumsi, bimbingan yang lebih eksklusif; akan memberikan kesempatan yang besar bagi Jamaah Haji untuk beribadah Haji dengan khusyuk dan sungguh-sungguh. Sehingga makna Ibadah Haji, pengalaman spiritual dan momen taqorrub ilalloh -dengan berbagai ibadah yg lebih mudah dilakukan- akan sangat terasa dan pada akhirnya tujuan Haji Mabrur Insya Alloh dapat diraih.
Tetapi tetaplah semua tergantung dari kemurnian dan kesungguhan niat Haji. Tanpa itu semua kelebihan dalam Haji Plus tersebut tidak berarti apa-apa bagi hasil Ibadah Haji dalam hal kemambruran. Atauj ada istilah bukan mendapatkan Haji Mabrur tapi Haji Mabur. Wallohu A’lam.
Haji Plus atau Haji Reguler tergantung kemampuan. Yang penting adalah pelaksanaan kewajiban Ibadah Haji bagi siapa saja yg sudah memiliki kemampuan (baik fisik maupun finansial). Yang bermasalah adalah ketika seorang muslim sudah memiliki kualifikasi mampu tapi tdak bersegera untuk menunaikan Ibadah Haji.
Tetapi tetaplah Haji Plus akan lebih memudahkan Jamaah Haji dalam melaksanakan proses Ibadah Haji ;pelayanan, fasilitas, hotel, konsumsi, bimbingan yang lebih eksklusif; akan memberikan kesempatan yang besar bagi Jamaah Haji untuk beribadah Haji dengan khusyuk dan sungguh-sungguh. Sehingga makna Ibadah Haji, pengalaman spiritual dan momen taqorrub ilalloh -dengan berbagai ibadah yg lebih mudah dilakukan- akan sangat terasa dan pada akhirnya tujuan Haji Mabrur Insya Alloh dapat diraih.
Tetapi tetaplah semua tergantung dari kemurnian dan kesungguhan niat Haji. Tanpa itu semua kelebihan dalam Haji Plus tersebut tidak berarti apa-apa bagi hasil Ibadah Haji dalam hal kemambruran. Atauj ada istilah bukan mendapatkan Haji Mabrur tapi Haji Mabur. Wallohu A’lam.
Semua tergantung niat, yang njamin haji mabrur atau tidaknya adalah bukan di tentukan failitas hajinya ONH biasa atau ONH plus..klau bnar2 mngikuti napaktilas Rosulullah, beliau selalu mnunjukan ksderhanaan bukan kemewahan, abu bakar walupn kaya dia tetap tawadu’ dan sederhana.
Apapun nama ONH nya Plus maupun biasa, ga jadi masalah. yang penting niatnya…jangan smapi mngikuti ONH plus hnya untuk gagah2an atau biar dianggap hebat dan lainnya.Haji biasa terkadang lebih ni’mat dibanding ONH plus
kalu sy pribadi lebih suka haji reguler, otomatsi di tanah suci lebih lama, artinya bisa beribadah lebih lama dibading haji ONH plus,disamping itu juga hemat biaya.selain itu juga mengikut jejak rosulullah…yang sedrhana dan penuh perjuangan
PApun jenis hajinya,baik reguler maupun plus semua tergantung niatnya apa,klo niatnya semata-mata karena Allah insya Allah akan menjadi haji mabrur
Menurut saya, jangan diperbedakan seperti itu. Seharusnya yang ditulis adalah bahwa haji plus itu karena akomodasinya. Seperti naik pesawat, ada yang ekonomi dan yang eksekutif tujuannya sama. Baik haji plus maupun biasa tidak diatur mengenai kesederhanaan (jadi bukan bagian dari ibadah, rukun, wajib ataupun sunah). Kalau usia 50 tahun akan haji, dia bisa memilih onh biasa dan menunggu 5 sd 10 tahun untuk bisa beribadah, niat sudah ada, dana juga ada, kesempatan menunggu 5 sd 10 thn (usia ditangan Allah). Sementara dia mampu dan ada kesempatan haji plus (mahal, hotel dekat masjid, kesempatan ibadah lebih banyak), maka uang/kesederhanaan bukanlah alasan untuk harus memilih onh biasa karena takut tidak mengikuti yang dicontohkan rasulnya, dan onh plus menjadi pilihan untuk melaksanakan ibadah haji karena terpanggil dan mampu. Kalau tidak memilih yang plus, atau onh biasa, sedangkan dia mampu, ajal menjemput, maka bukanlah pilihan yang benar karena akhirnya tidak dapat menjalankan ibadah keburu almarhum dan hartanya tidak bisa menolong untuk berhaji. Saya berpendapat, haji biasa atau haji plus itu pilihan, jadi keduanya sama sama ibadah, yang satu tidak lebih baik atau buruk dari yang lain (atau yang satu benar yang lain tidak) dan tidak perlu fatwa. Untuk yang mampu, usia lanjut, atau yg sakit, haji plus salah satu pilihan untuk menjalankan ibadah rukun islam yang kelima…
Haji Reguler maupun Plus, semua tergantung Niat,Allah akan mnilai dari taqwa kita bukan kemampuan finansial kita. wallahu a’lam
Innamal a’maalu binniyyati, semua tergantung niat atau tujuan utnuk ibadah, haji plus maupun biasa yg di nilai oleh Allah bukan siapa yg mampu mmbyar mahal atau tdk, tapi siapa yang ibdahnya benar2 karena Allah atau bukan
Semua tergantun niat masing2,baik ONH plus maupun biasa mempunyai keutaman tersndiri di sisi Allah, tergantung bgamna jamaah mnyikapinya,sbb haji yg mabrur hanya stu,niat dilakukan karena Allah, insya Allah Mabrur
ONH Plus atau Reguler hanyalah pilihan
Yang utama adalah Melaksanakan Ibadah Haji sebaik2 yg kita mampu (ihsan)
Mudah2an jamaah haji kita tdk slah niat dalam mnjlankan ibdah, plus ataupun reguler tergantung masing2 mnyikapi, Yang allah lihat adalah niatnya
banyak berita mengenai gagalnya calon jamaah untuk berangkat haji,
salah satu sebabnya karena tergiur oleh biaya yang murah dalam haji reguler dan pelayanan yang tidak optimal, sehingga menyebabkan calon jamaah tertunda untuk berangkat, dan bahkan tidak jadi berngkat haji. sungguh kasihan
benar,…semua ibadah haji, reguler atau plus, hanya sarana saja, dihadapan Alloh yg pokok hanya keikhlasan kita masing2 kepada Alloh , biaya, fasilitas dll, kecil bagi Alloh. tidak perlu membaikkan menjelekkan sana sini..
Salam,
Saya tertarik ikut ONH plus karena ONH biasa ngantrinya sampai 7 tahun baru bisa berangkat.
[...] finansial yang memadai untuk dapat menunaikan beribadah haji dengan maksimal. ci2/Slamet Riyanto (http://www.jurnalhaji.com/2009/06/11/onh-biasa-vs-onh-plus/ Like this:LikeBe the first to like this [...]
semoga ada ONH plus yg harinya seperti onh biasa 40 hari duhhhhh enak kali yach … amin
LABBAIK……LABBAIKALLAHUMMA………LABBAIK…….INNALHAMDA………
Mau ONH Biasa silakan, Mau ONH Plus tidak ada larangan , yang penting ikhlas hanya untuk Alloh Azza Wajalla semata, serta khusyu selama menjalankan ibadah haji. Salah satu bisa khusyu adalah hafal dan memahami doa-doa yang harus dibacanya. Smoga menjadi haji mabrur.
Jadikan Perjalanan anda menuju Baitullah dapat terlaksana dengan Aman, Nyaman dan Menyenangkan.
GMN CARANYA TAU DAFTAR KUOTA /PORSI HAJI THN 2012
GMN CARANYA TAU DAFTAR KUOTA /PORSI HAJI THN 2012
berapa biaya ny?
PORSI HAJI DAN KBIH.
Indonesia adalah satu-satunya Negara terbesar pemeluk Islamnya di dunia. Kouta haji secara nasional setiap tahunnya memperoleh jatah porsi haji sebanyak 205000 (duaratus lima ribu) jamaah. Sedangkan untuk propinsi Jawa Timur mendapat jatah porsi haji dalam setiap tahunnya sebanyak 34000 (tigapuluh ribu) jamaah. Sejak tahun 2006 (Menteri Agama Maftuh Basuni), penjualan porsi haji ini dilayani pemerintah sepanjang tahun, artinya apabila jatah porsi haji tahun 2006 sudah habis, maka selanjutnya dibuka layanan penjualan porsi haji untuk berangkat tahun 2007; dan apabila jatah porsi tahun 2007 untuk propinsi Jawa Timur sebanyak 34000 itu sudah habis, maka dibuka layanan kouta porsi haji untuk keberangkatan tahun 2008 dan seterusnya. Sehingga pada bulan Pebruari tahun 2010 ini telah dibuka layanan penjualan porsi haji untuk keberangkatan tahun 2016 yang insya Allah dalam bulan inipun porsi haji 2016 ini kemungkinan besar akan habis, dan akan dibuka layanan untuk porsi haji tahun 2017. Dengan demikian artinya calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2016 harus antri menunggu berangkat selama 7 tahun kemudian, dan bagi yang membeli porsi haji 2017 harus antri menunggu berangkat ibadahnya selama 8 tahunan, sewindu yang akan datang. Kemudian bagaimana kalau sembilan tahun lagi, 10 tahun lagi, 11 tahun lagi, 12 tahun lagi, 13 tahun lagi dan seterusnya.
Penjualan porsi haji yang demikian ini, bagi pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji dirasakan sebagai beban yang semakin bertambah berat dari sisi finansial, karena keterbatasan modal yang ada. Demikian pula bagi para calon jamaah haji akan semakin terasa begitu lamanya jarak yang harus ditunggu dalam keberangkatan hajinya. Sistem ini tentunya perlu mendapatkan kajian kembali, antara lain terciptanya perubahan system penjualan porsi haji setahun cukup dijual porsi satu tahun saja dengan tujuan agar tidak terlalu lama masa menunggunya calon jamaah haji, dan bagi para pembimbing KBIH dirasakan tidak terlalu memberatkan dalam factor beaya. Khusus terkait dengan keberadaan pemanduan dan bimbingan yang dilakukan oleh kelompok bimbingan ibadah haji, pemerintah cq departemen agama menetapkan bahwa KBIH sangat dibutuhkan untuk memandu ibadah jamaah haji yang semula dilakukan oleh para mutawwif di tanah suci Mekah Madinah. Pada kenyataannya peran serta KBIH selaku pembimbing dan pemandu jamaah dalam ibadah haji, baik di tanah air maupun di tanah suci sangat besar sekali. Di tanah air, membantu dan menuntun calon jamaah haji di bidang kepengurusan administrasi dan pembelian porsi haji sehingga memperoleh berbagai kemudahan yang selanjutnya diberikan manasik haji secara teori dan praktek dalam masa yang cukup lama waktunya. Adapun di tanah suci benar-benar sangat dibutuhkan oleh para jamaah haji yang dibimbingnya terkait dengan lokasi, waktu dan kaifiyah ibadah secara langsung, teristimewa agar terhindar dari sesat jalan dan agar terwujud kebenaran kelakuan ibadahnya.
Sebagai pemandu dan pembimbing haji mau tidak mau harus membeli porsi haji, sehingga sampai saat ini, Pebruari 2010 seorang pemandu sudah memiliki porsi-porsi haji tahun 2010 s/d 2016, artinya telah memiliki 7 porsi yang sudah dibeli. Apabila tidak demikian, maka akhirnya para pemandu dan pembimbing KBIH tidak akan dapat berangkat ibadah haji dan memandu jamaahnya di tanah suci. Setiap kloter (kelompok terbang) dipimpin oleh seorang ketua kloter, seorang TPIHI (Team Pemandu Ibadah Haji Indonesia), seorang dokter, 2 orang team kesehatan dengan menanggungjawabi 445 jamaah haji, yang dikelompokkan dalam 10 rombongan, dan setiap rombongan 45 orang dengan dipimpin seorang kepala rombongan (karom) dan terdiri atas 4 regu, dan setiap regu 11 orang dipimpin seorang kepala regu (karu). Keadaan yang demikian ini, pemimpin kloter sangat membutuhkan bantuan dari para pemandu dan pembimbing dari pihak KBIH. Para pemandu KBIH pada umumnya menjadi karom dan bertanggungjawab dalam pemanduan dan pembimbingan ibadah 45 jamaah haji, sehingga pelaksanaan ibadahnya terpandu dengan benar dan mudah. Seorang pemandu dengan 44 orang yang dipandunya akan terwujud kondisi jamaah yang terperhatikan dalam berbagai keadaan dan kebutuhannya. Inilah fungsi utama para pemandu haji yang dilakukan oleh KBIH, sehingga para jamaah haji mendapatkan perhatian yang lebih baik terkait dengan keadaan kejiwaan dan peribadatan mereka. Namun berkenaan dengan penjualan porsi haji yang terus berkelanjutan, maka hal ini pasti akan memberatkan KBIH. Lain halnya apabila khusus bagi para pemandu diberikan keistimewaan dalam tatacara kepemilikan porsi, sehingga tidak memberatkan beban mereka.
Apabila ternyata masalah penjualan porsi haji dengan system dibuka layanan tiada henti dan tanpa batas sepanjang masa, maka secara pelahan tetapi pasti KBIH akan berguguran satu persatu yang akhirnya akan gulungtikar seluruhnya. Jika benar terjadi yang demikian maka akan terjadi pula hilangnya pemanduan dan pembimbingan yang sudah lebih baik, kembali menuju keadaan semula sebelum ditetapkan pentingnya keberadaan KBIH menurut pemerintah cq departemen agama, yang dikehendaki dapat membantu pemanduan dan pembimbingan ibadah para jamaah haji. Namun apabila ternyata keadaan yang demikian ini sengaja tidak mendapat perhatian khusus dari yang berwenang, artinya pemerintah tidak lagi memperdulikan keberadaan dan peran serta KBIH, termasuk juga tidak peduli lagi terhadap keadaan calon jamaah haji dipandang dari berbagai sudut pandang termasuk waktu tunggu yang berkepanjangan, maka timbullah pemikiran cemburu social terhadap pengumpulan uang rakyat via calon jamaah haji yang dilakukan oleh departemen agama. Bisa jadi memang ada tujuan khusus untuk memperbesar pengumpulan dana yang kemudian didepositokan, diasuransikan atau lainnya, pada hal calon jamaah haji sama sekali tidak memperoleh manfaat dari hal yang demikian itu. Jumlah jamaah dalam masa witing list sewindu seluruh Indonesia adalah 8 x 205000 cjh = 1640000 cjh. Dan tentunya setiap cjh telah menyetor Rp 20.000.000,-, maka jumlah uang yang telah disetor adalah 1.640.000 x Rp 20.000.000,- = Rp 32.800.000.000.000,-. Nah, begitulah kira-kira. (ambigtar).
[...] finansial yang memadai untuk dapat menunaikan beribadah haji dengan maksimal. ci2/Slamet Riyanto (http://www.jurnalhaji.com/2009/06/11/onh-biasa-vs-onh-plus/ lihat juga http://tarbawi.wordpress.com/ Artikel terkait Plus Minus Antara Haji Biasa dan Haji [...]
Insya Allah kami siap membantu anda dalam melayani Umrah dan ONH Plus. http://www.rumahhajidanumrah.com
Bagi para penyelenggara ONH ataupun ONH Plus (KBIH), juga bagi para calon peserta umroh / haji tahun ini, ada baiknya memanfaatkan AUDIO DOA HAJI dan UMROH untuk menghafal begitu banyaknya doa-doa haji / umroh. Lihatlah Video Demonya di : http://www.alhiraindonesia.com/detail/audio-doa-haji-dan-umroh-6.html
Baik ONH biasa maupun ONH Plus sama saja, asalkan nitnya karena Allah, insya Allah menjadi haji yang mabrur
labbaik Allhumma labbaik semoga layanan haji semakin baik ketika saya dan keluarga menunaikan ibadah tersebut, yang ONH plus tidak mengambil porsi yang reguler yang sudah menunngu beberapa tahun dan tetap sabar, amin.
Silahkan pilih yang terbaik dengan kondisi dan keadaan jamaah, semuanya mendapatkan tauziah yang penting jangan mengandalkan PEMBIMBING, biasanya jamaah ONH PLUS dan ONH BIASA karena sudah membayar lebih sehingga selalu mengandalkan PEMBIMBING coba pahami pelajaran manasik hajinya terutama Praktek Thowaf, Syai dan Tahalul serta urutan urutan mulai dari Umroh sampai Hajinya. Labaik Allohuma Labaik.
Semuanya disesuaikan dengan kemampuan fisik dan finansial… siilahkan pilih yg terbaik untuk jamaah
daftar sekarang sudah waitinglist 2022…semoga Allah beri kemudahan agar lebih cepat… dan semoga Pemrintah RI bisa bekerjasama dengan Pemerintah Arab Saudi untuk mengatasi hal ini. terima kasih
Semoga yang berangkat haji baik plus maupun reguler semuanya menjadi haji yang mabrur dan maqbul
Haji Plus maupun haji reguler tergantung kemampuan baik secara financial maupun fisik
Subhanallah, artikel yang bermanfaat. silahkan berkunjung untuk menambah wawasan http://arminarekajatim.blogspot.com/2012/01/perbedaan-haji-plus-dan-haji-reguler.html.
Subhanallah, artikel yang bermanfaat.
silahkan berkunjung untuk menambah wawasan http://arminarekajatim.blogspot.com/2012/01/perbedaan-haji-plus-dan-haji-reguler.html.
ane doain ya kapan bisa naek haji.
Haji reguler atw plus sebenarnya sama saja..tergantung niatnya masing2..moga mnjdi haji yg mambrur..
Yang penting Mabrur gan. bekal takwa. Tawakkal pd Allah semata. Plus ato reguler bukan masalah. Niatkan Haji hanya utk memenuhi panggilan Allah. Bukan wisata. Bukan Niaga. Bukan pamer harta. Lillahi ta’ala semata. Amiin.
Saya mau tanya, istri saya Insya Allah menunaikan ibadah haji tahun ini, dari provinsi Banten,apa betul suntik flu dipungut biaya Rp 300.000? Sedangkan suntik singuitis gratis.
siap.., laksanakan
kapan mulai daftar?
Apapun namanya, baik haji plus maupun reguler selama dijalankan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah insya Allah kedua-duanya menjadi haji yang mabrur
Bagi yang banyak uang maka peluang nya bisa untk haji plus, tapi bagi mereka yang terbatas dengan biaya maka cukup dengan haji reguler.
Semua ada porsinya masing-masing, bagi yang sudah tua dan ada cukup dana bagusnya pake umroh plus
Terserah mau haji yang plus, minus, biasa yang penting adalah mambur. Semua orang sepakat mambrur tidaknya haji seseorang dilihat dari tingkah laku dan derajat kedolehannya setelah haji.
Haji adalah panggilan Allah. Apakah Allah memerintahkan atau mempersulit hambanya bila mengundang sehingga hambanya harus menyogok sana sini? Pasti tidak. Hanya manusia saja yang mengada-ada karena merasa punya kelebihan “titipan Allah”. Segala kebaikan hanya pada Allah. Sehingga kalau Allah mengundang, maka dibukakanlah pitu rezeki selebar-lebarnya… diberikanNya waktu yang selapang-lapangnya.
Menurut saya yang terpenting adalah niatnya adalah berhaji bukan ke Arab Saudi. Jangan sampai ada ujub, pamer diri, berbangga-bangga dalam hati.
Assalamu’alaikum wr. wb.
Menurut saya sesuaikan dengan keperluan dan kemampuan kita.
Kemampuan bukan hanya menyangkut materi/uang, tapi juga kemampuan fisik calon jamaah haji.
Terima kasih
@syahriel mochtar: Suntik vaksin Flu hanya opsional, memang bayar sendiri, saya dulu juga pake suntikan tersebut, walhasil tetap aja kena flu ringan, alhamdulillah
semua gma niatnya… Gmn amal kita. Wlpn onh plus. Ga ngejamin.. Slu ada kesalhn. Ibadah itu mudah.. Tp melaksanakannya. Ga mudah.. Bnyak godaan.. Ibadah haji perjalanan.. Yg sungguh luar biasa. Wlpn dr tempat pondkn jauh k mesjd tetap semangt beribdh wlw harus menempuh perjalanan jauh…
semoga cepatmenerima panggilan ke tanah suci…amin.
Insya Allah kalau ikhlas niatnya, keduanya berkah bagi kita. Bukannya Allah SWT menjanjikan akan mengganti semua harta kita dengan berlipat ganda apabila kita pergunakan harta itu di jalan Allah. Kalau mampu dengan haji plus, Alhamdulillah, karena itu merupakan karunia dari Allah SWT, bisa menjadi tamu Allah dengan segala fasilitas plus nya. Seharusnya kita iri kepada orang yang diberi cukup Rizki oleh Allah, dan mampu
berhaji plus, sepulang dari haji, rizkinya makin bertambah melebihi uang yang telah dibelanjakan untuk haji plusnya. Karena dia yakin bahwa Allah akan mengembalikan semua biaya yg telah dikeluarkan untuk berhaji. subhanallah.
Yang penting Niatnya, kalau ingin malaksanakan ibadah haji senyaman mungkin, apakah pasti dijamin oleh Allah bahwa amalannya pun bakalan NYAMAN diterima oleh Allah??? Semua tergantung niat "NAIK HAJI" atau "PELESIRAN"
Haji itu ibadah yang suci dan mulia, seharusnya mereka yang ingin menunaikan ibadah haji menuntaskan dan menyempurnakan dulu 4 rukun imannya. Bila sudah (shahadatnya sudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, shalatnya baik, zakatnya juga baik, shiamnya tidak ada yang kelewatan) baik untuk yang wajib maupun yang sunnah, barulah menunaikan ibadah haji sebagai rukun penutup iman. Jangan hanya karena memiliki uang, ingin dihormati, menganggap haji sebagai status dan semacamnya; hal-hal seperti itu justru tidak akan meluruskan niat haji hanya karena Allah SWT. Akibatnya, seperti yang nampak di sekitar kita, sudah haji tapi masih korupsi, maksiat, mungkar dan sebagainya. Sebaik-baik bekal dalam berhaji ialah taqwa, bukan harta, jabatan atau popularitas. Itulah kalau 4 rukun sebelumnya belum dilaksanakan dengan baik, 'tahu-tahu 'melompat' ke rukun yang ke 5. karena itu saudara-saudaraku seiman, agar haji anda tidak sia-sia dan bisa mabrur perbaikilah dan sempurnakanlah dulu 4 rukun sebelumnya yang insya Allah akan menjadikan haji anda mabrur, yang ganjarannya surga. Amin
ass,saya ingin tahu tentang ONH Semi Plus dan juga biro yang menyediakan pragram itu.
YA ALLOH aku ingin berangkat naik haji bersama kluwarga besarku, amiin
kalu saya daftar tahun ini kira2 kapan bisa berangkat?
Ga usah d pikir kpn brkt. Yg terpenting adalh niat n tekad untk brkt. Allah yg akan membrktkn,qt hanya mempersiapkn.
ok…soalnya aku ini juga agen pemberangkatan haji untuk region jat i2
yg mau haji percepatan tahun ini bisa berangkat insyaAllah..