Pengalaman Haji Seorang Jurnalis

31 July 2009 | Kategori: Buku

kabahTiap orang yang menunaikan ibadah haji menyimpan pengalaman masing-masing, baik yang terkait fisik terlebih-lebih pengalaman rohani. Umumnya, berbagai kisah pengalaman haji itu hanya menjadi cerita yang dikisahkan kepada keluarga, saudara, handai tolan dan teman-teman, sepulang beriba dah haji.

Lain ceritanya kalau yang berangkat haji adalah wartawan. Umumnya mereka akan menuliskan pengalaman tersebut dalam bentuk laporan dari Tanah Suci yang dimuat di media tempatnya bekerja. Bahkan, sebagian wartawan mengabadikan peng alaman berhaji tersebut dalam bentuk buku. Contohnya adalah Indra Utama, yang sehari-hari menjabat sebagai Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Property & Bank.

Pengalamannya beribadah haji — melalui ONH biasa atau reguler selama 40 hari — ia tuliskan dan terbitkan dalam buku berjudul 40 Hari Menjadi Tamu Allah. Boleh dikatakan, inilah buku catatan haji pertama yang ditulis oleh seorang wartawan (jurnalis) dengan sangat rinci.

Penulis mengungkapkan perjalanannya sejak persiapan di Jakarta, melaksanakan Arba’in (shalat fardhu 40 waktu secara berjamaah di Masjid Nabawi) selama delapan hari di Madinah, termasuk perkembangan setiap kejadian, dari hari ke hari selama di Makkah, Arafah, Mina, Mudzdalifah, Jeddah hingga kembali ke Tanah Air.

Buku ini perlu dibaca oleh para calon jamaah haji sebagai panduan praktis berhaji. Bagi mereka yang sudah berhaji, buku ini pun dapat menjadi obat rindu untuk mengenang kembali kesyahduan menunaikan ibadah haji. ika/yto