Nikmatnya Umrah dan Beritikaf di Masjidil Haram

7 October 2011 | Kategori: Tempat Ibadah

Masjidil Haram dari arah balkon lantai tiga

MAKKAH – Jamaah haji dari berbagai Negara saat ini sudah memasuki kota Mekkah. Masjidil Haram pada Jumat (7/10) dini hari tadi, walau pun dibagian luar terasa lenggang, namun tempat tawaf dan sai mulai dipadati oleh jemaah dari berbagai Negara, seperti Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, Cina dan penduduk lokal Arab Saudi sendiri.

Hari Kamis dan Jumat sebagai hari libur bagi warga Saudi, banyak dimanfaatkan untuk melaksanakan umrah malam hari dan beritikaf di Masjidil Haram. Banyak warga Saudi membawa keluarga beserta anak-anaknya berada di pelataran Masjidil Haram, usai menunaikan ibadah umrah sambil beritikaf di Masjidil Haram.

Melaksanakan umrah malam hari dan beritikaf di Masjidil Haram, selain menghadirkan kesejukan hati, juga membawa kenikmatan yang mendalam seakan kita bersentuhan dengan-Nya secara langsung. “Setiap ada kesempatan tugas ke Arab Saudi, saya selalu menyempatkan diri berumrah dan beritikaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi,” kata Retno seorang expatriate asal Indonesia.

Cerita yang sama juga dikemukakan Budi Prakoso seorang pekerja Indonesia yang telah menetap di Jeddah selama 3 tahun. “Saya dan keluarga, setiap libur selalu menjadwalkan waktu untuk umrah dan beritikaf di Masjidil Haram,” ujarnya.

Menurut Budi, kalau kita sengaja melakukan hal ini dari tanah air, kan biayanya tak murah. “Mumpung kita lagi di Saudi, kita manfaatkanlah untuk itu. Recharge bagi kehidupan spiritual dan ibadah kita,” tambahnya. (MCH-Kemenag RI)