Sejarah Masjid Nabawi: Masa Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi

3 April 2012 | Kategori: Tempat Ibadah

Masjid Nabawi tempo dulu (ilustrasi). Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID – Pada tahun 160 H, Khalifah Al-Mahdi yang berkedudukan di Baghdad berziarah ke Kota Madinah. Setelah melihat Masjid Nabawi secara langsung, dia merasa bahwa Masjid Nabawi perlu segera diperluas dan direnovasi.

Dia pun memerintahkan gubernurnya untuk melaksanakan keperluan tersebut. Saat tiba kembali di pusat pemerintahan, Baghdad, dia menyiapkan dan mengirimkan dana untuk kebutuhan renovasi Masjid Nabawi. Kali ini, perluasan dikonsentrasikan pada bagian utara Masjid Nabawi. Pembangunan dilakukan hingga selesai pada tahun 165 H.

Setelah perluasan ini, area Masjid Nabawi menjadi 8.890 meter persegi. Dinding masjid ditinggikan menjadi 12,5 meter. Serambinya menjadi 19 bagian dan pintunya menjadi 24 pintu.

Sementara itu, jendelanya menjadi 60 jendela; 19 jendela menempel di dinding barat, dan 19 lagi di sebelah timur; 11 jendela berada di dinding utara, dan 11 lainnya di sebelah selatan.

Selain itu, pengaturan pencahayaan yang masuk ke dalam masjid dilakukan secara alami. Sistem sirkulasi udara diatur sedemikian rupa sehingga menjamin adanya udara yang baik di dalam masjid. Untuk penerangan pada malam hari tetap menggunakan lampu minyak yang disebar di banyak sudut masjid.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra
Sumber: Ensiklopedi Haji dan Umrah oleh Drs Ikhwan M.Ag dan Drs Abdul Halim M.Ag