Tempat-Tempat Mustajabah di Tanah Suci

6 March 2012 | Kategori: Tempat Ibadah

Raudhah di Masjid Nabawi. Foto: Antara

Oleh: Hannan Putra

“Jika hamba-Ku bertanya tentang-Ku, maka jawablah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan setiap doa mereka jika mereka mau berdoa.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Begitulah janji Allah SWT dalam Alquran, Dia akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Tapi tentu saja, kita sebagai hamba perlu tahu terlebih dahulu, doa seperti apa yang akan diterima Allah.

Keberuntungan besarlah bagi mereka yang berangkat ke Tanah Suci. Karena di sana ada beberapa tempat-tempat mustajabah. Jika berdoa di sana, ada jaminan doa mereka akan diterima Allah.

Tempat-tempat mustajabah tersebut antara lain:

1. Multazam
Multazam adalah tempat di antara pintu Ka’bah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda, “Multazam adalah tempat doa yang mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul doanya.”

Rasulullah sendiri setiap kali sampai di tempat ini langsung menempelkan dada, wajahnya atau pipi beliau. Kemudian beliau meratap dalam doa.

Dalam kitab Akhbar Makkah diterangkan bahwa ketika Nabi Adam selesai melakukan thawaf (yang pertama kali), ia langsung melakukan shalat dua rakaat di depan pintu Ka’bah, terus berdiri di Multazam dan berdoa, “Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan secara nyata, terimalah pengaduanku. Engkau Maha Mengetahui apa yang ada dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah dosa-dosaku. Engkau Maha Mengetahui apa yang aku perlukan, berikanlah kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap benar sehingga menyadarkan aku bahwa tidak ada yang mencelakakanku kecuali apa yang telah Engkau pastikan untukku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang Engkau tetapkan untukku.”

Setelah bedoa seperti di atas, Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Wahai Adam, kau telah berdoa dengan beberapa permintaan, aku penuhi semua permintaan itu. Dan siapa pun dari anak-anakmu yang berdoa dengan doamu itu, pasti aku hilangkan keresahan dan kesedihannya, dan Aku kembalikan apa yang hilang dari padanya, dan Aku cabut dari hatinya perasaan miskin, dan aku jadikan kaya ia dalam kenyataan, dan aku sukseskan perdagangan untuknya, sehingga kekayaan dunia berdatangan kepadanya walaupun tanpa ia kehendaki.”

2. Hijr Ismail
Hijr Ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran, berada di sebelah sisi barat Ka’bah. Disebut Hijr Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail Dan Siti Hajar. Hijr Ismail juga merupakan salah satu tempat yang mustajabah untuk berdoa.

Jika ingin shalat di dalam Ka’bah cukup shalat di Hijr Ismail ini. Seperti sabda Nabi SAW ketika Aisyah RA minta izin kepada Rasulullah untuk masuk ke Ka’bah untuk shalat, maka Nabi SAW membawa Aisyah ke Hijr Ismail, dan bersabda, “Shalatlah kamu di sini kalau ingin shalat di Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.” (HR. Tirmidzi).

Dalam buku Sejarah Kota Makkah disebutkan bahwa panjang Ka’bah adalah tiga meter ke arah Hijr Ismail. Dikarenakan adanya pemugaran oleh kaum Quraisy dan sifat bakhilnya saat itu, maka Ka’bah menjadi lebih kecil seperti bangunan sekarang.

Jadi, Hijr Ismail yang masih dianggap masuk Ka’bah seperti yang ditunjukkan Rasulullah tersebut adalah tiga meter dari tembok Ka’bah yang berhadapan dengan Hijr Ismail. Panjang Hijr Ismail sekitar tujuh meter dari tembok Ka’bah sampai lengkung setengah lingkaran.

3. Maqam Ibrahim
Maqam berarti tempat pijakan. Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim untuk berpijak ketika membangun Ka’bah. Menurut salah satu riwayat, batu ini merupakan salah satu batu yang turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad. Batu pijakan ini layaknya seperti tangga elevator yang bisa naik dan turun. Ketika Nabi Ibrahim membangun Ka’bah—saat tembok Ka’bah ditinggikan—batu pijakan tersebut juga ikut naik.

Pada batu ini terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Disunahkan shalat dua rakaat setelah selesai thawaf di belakang Maqam Ibrahim ini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa.

Tempat Mustajabah di Masjid Nabawi
Sama halnya dengan Masjidil Haram, seluruh tempat di Masjid Nabawi pada dasarnya merupakan tempat mustajabah untuk berdoa. Namun demikian, ada juga tempat yang secara khusus disebutkan dalam hadits bahwa Raudhah merupakan tempat yang paling mustajabah di dalam Masjid Nabawi.

Raudhah adalah ruang di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW. Keutamaan tempat ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di antara rumah dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.”

Ada pendapat bahwa tempat ini kelak akan berpindah ke akhirat. Ibnu Hajar mengemukakan bahwa rahmat dan anugerah kebahagiaan yang turun ke tempat tersebut seperti yang turun ke taman surga, disebabkan karena dzikir kepada Allah SWT yang dilakukan terus-menerus di tempat itu. Ia menambahkan bahwa ibadah yang dilakukan di Raudhah akan membawa pelakunya ke surga.